Wajah Alun-alun Kota Batu Kini Jadi Ruang Berkumpul Warga dan Wisatawan

wisata | 25 Desember 2025 09:51

 

Di sisi lain, sejumlah fasilitas yang dahulu menjadi daya tarik utama kini tak lagi berfungsi optimal. Bianglala yang sempat menjadi ikon tampak tidak beroperasi, sementara aktivitas bermain skuter yang dulu ramai kini jarang terlihat. Akibatnya, pergerakan pengunjung cenderung terkonsentrasi pada titik-titik tertentu sehingga ruang terasa lebih padat.

 

Meski demikian, perubahan tersebut justru menunjukkan pergeseran fungsi sosial alun-alun. Ruang publik ini berkembang menjadi tempat jeda, tempat orang datang bukan untuk bergerak cepat, tetapi untuk duduk, berbincang, dan menikmati suasana kota. Alun-alun perlahan berperan sebagai ruang temu bersama yang terbuka bagi siapa saja.

 

Secara historis, kawasan ini memiliki perjalanan panjang. Pada dekade 1950-an, area tersebut dikenal sebagai Alun-alun Tugu sebelum kemudian berkembang menjadi pasar seiring meningkatnya aktivitas ekonomi warga. Setelah mengalami kebakaran, pemerintah membangun kembali kawasan ini pada 1984, saat Kota Batu masih berstatus sebagai kecamatan.