Arus Mudik Mulai Terasa, 42.718 Kendaraan Keluar Jakarta Lewat Tol Layang MBZ pada H-7 Lebaran

wisata | 16 Maret 2026 03:33

Arus Mudik Mulai Terasa, 42.718 Kendaraan Keluar Jakarta Lewat Tol Layang MBZ pada H-7 Lebaran
Peningkatan kendaraan di Jalan Tol MBZ. (dok Jawapos)

JAKARTA, PustakaJC.co – Arus kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui Jalan Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) mulai meningkat menjelang periode mudik Lebaran 2026. Pada H-7 Idul Fitri 1447 Hijriah atau Sabtu (14/3), tercatat puluhan ribu kendaraan melintasi ruas tol layang tersebut menuju luar ibu kota. 

 

 

VP Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menyampaikan bahwa terjadi kenaikan signifikan volume lalu lintas kendaraan dibandingkan hari normal. Demikian dilansir dari Jawapos.com, minggu, (15/3/2025). 

 

 

Menurutnya, sebanyak 42.718 kendaraan tercatat meninggalkan Jakarta melalui Jalan Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed Elevated Toll Road. Jumlah tersebut meningkat 41,23 persen dibandingkan lalu lintas normal yang biasanya mencapai 30.247 kendaraan.

 

 

Ia menjelaskan lonjakan arus kendaraan terjadi sepanjang hari, namun peningkatan paling tajam tercatat pada malam hari. Pada periode tersebut, volume kendaraan bahkan melonjak hingga 196,69 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal.

 

 

Di sisi lain, arus kendaraan menuju Jakarta juga mengalami kenaikan meski tidak sebesar arus keluar. Tercatat sebanyak 28.710 kendaraan masuk ke Jakarta atau meningkat 5,70 persen dibandingkan lalu lintas normal yang mencapai 27.161 kendaraan.

 

 

Peningkatan arus menuju Jakarta terutama terjadi pada pagi hari yang naik 22,25 persen serta malam hari sebesar 11,54 persen. Sementara pada siang hari, volume kendaraan justru turun 7,45 persen dibandingkan kondisi normal.

 

 

Data tersebut menunjukkan bahwa mobilitas kendaraan di ruas tol layang MBZ mulai meningkat seiring semakin dekatnya periode mudik Lebaran 2026. Meski demikian, kondisi lalu lintas secara umum masih terpantau lancar dan terkendali.

 

 

Pengelola jalan tol juga terus melakukan pemantauan lalu lintas secara intensif serta menyiagakan petugas operasional di lapangan guna memastikan kelancaran arus kendaraan.

Selain itu, pengendara diimbau untuk selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan. 

 

 

Pengguna jalan diminta memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima serta kendaraan dalam kondisi layak untuk perjalanan jarak jauh.

 

Pengendara juga diingatkan untuk memeriksa kecukupan bahan bakar maupun daya listrik kendaraan, serta mengantisipasi potensi perubahan cuaca seperti hujan yang dapat memengaruhi jarak pandang dan kondisi permukaan jalan. (frcn)