Truk Sumbu Tiga Masih Beroperasi, Antrean Panjang Menuju Gilimanuk Jadi Sorotan Menhub

wisata | 16 Maret 2026 16:28

Truk Sumbu Tiga Masih Beroperasi, Antrean Panjang Menuju Gilimanuk Jadi Sorotan Menhub
Pembatasan truk sumbu tiga di hari raya Idul Fitri (dok Jawapos)

SURABAYA, PustakaJC.co – Kepadatan kendaraan menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026 di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk menjadi perhatian serius pemerintah. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyoroti masih adanya truk bersumbu tiga atau lebih yang tetap beroperasi meski telah diberlakukan pembatasan selama periode mudik. Minggu, (16/3/2026) . 

 

 

 

Menurut Dudy, ketidakpatuhan sebagian pengusaha logistik terhadap aturan tersebut ikut memperparah antrean kendaraan, terutama di jalur menuju pelabuhan penyeberangan dari Bali ke Jawa. 

 

 

“Kementerian Perhubungan menyampaikan keprihatinan karena masih ada pengusaha logistik yang tidak mematuhi kebijakan pembatasan operasional truk sumbu tiga ke atas yang sudah berlaku sejak 13 Maret,” ujar Dudy dalam keterangannya. Demikian dikutip dari Jawapos.com, minggu, (16/5/2026). 

 

 

Ia menjelaskan, pembatasan operasional angkutan barang tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pengaturan lalu lintas dan penyeberangan selama masa Angkutan Lebaran 2026. Dalam aturan itu, kendaraan angkutan barang dengan tiga sumbu atau lebih dibatasi operasionalnya pada periode 13 hingga 29 Maret 2026.

 

 

Kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga kelancaran arus mudik sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Langkah ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh kementerian dan lembaga memastikan layanan transportasi bagi masyarakat selama musim mudik berjalan aman dan lancar.

 

 

“Bapak Presiden mengingatkan agar masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman, nyaman, dan lancar. Karena itu seluruh pihak perlu mematuhi aturan yang telah ditetapkan,” jelasnya.

 

 

Sebelumnya, kepadatan kendaraan dilaporkan terjadi di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk pada Sabtu (14/3). Ribuan kendaraan yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa terjebak antrean panjang yang mengular hingga puluhan kilometer.

 

Merespons kondisi tersebut, jajaran kepolisian di Bali melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan. Salah satu langkah yang diambil adalah menghentikan sementara operasional truk besar bersumbu tiga.

 

Petugas juga mengarahkan truk besar, terutama yang dalam kondisi kosong, untuk masuk ke sejumlah kantong parkir atau buffer zone agar tidak menambah beban di jalur utama menuju pelabuhan.

 

Selain di Jembrana, langkah pengendalian arus kendaraan besar juga dilakukan oleh kepolisian di Denpasar, Badung, dan Tabanan guna mencegah penumpukan kendaraan yang bermuara di Gilimanuk. (Frcn)