Arus Mudik Jatim Tembus 2,17 Juta Kendaraan, Lonjakan Hingga 514 Persen

wisata | 27 Maret 2026 08:23

Arus Mudik Jatim Tembus 2,17 Juta Kendaraan, Lonjakan Hingga 514 Persen
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast. (dok jatimpos)

SURABAYA, PustakaJC.co - Arus mudik Lebaran 2026 di Jawa Timur mencatat lonjakan signifikan. Sebanyak 2.179.014 kendaraan keluar-masuk wilayah ini selama periode 13–25 Maret 2026, meningkat sekitar 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

 

Meski terjadi peningkatan volume kendaraan, situasi lalu lintas secara umum tetap berjalan aman dan lancar. Dilansir dari jatimpos.co, Jumat, (27/3/2026).

 

Kabid Humas Polda Jatim sekaligus Kasatgas Humas Operasi Ketupat Semeru 2026, Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengatakan tingginya angka tersebut menunjukkan mobilitas masyarakat yang meningkat selama musim mudik tahun ini.

 

“Hasil analisa dan evaluasi menunjukkan mobilitas masyarakat cukup tinggi pada arus mudik tahun ini,”ujarnya di Mapolda Jatim, Kamis, (26/3/2026).

 

 

Lonjakan paling mencolok terjadi di jalur arteri. Di perbatasan Magetan–Jawa Tengah, jumlah kendaraan masuk melonjak drastis hingga 514 persen dibandingkan tahun lalu.

 

Selain jalur arteri, sejumlah ruas tol di Jawa Timur juga mengalami peningkatan arus kendaraan. Ruas Tol Solo–Ngawi mencatat total 149.286 kendaraan atau naik 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

 

Sementara itu, ruas Tol Probolinggo–Situbondo (Prosiwangi) menjadi salah satu jalur dengan lonjakan tertinggi, yakni mencapai 525.463 kendaraan atau meningkat 34 persen.

 

Adapun ruas Pandaan–Malang juga mengalami peningkatan, meski relatif stabil.

 

“Jalur arteri masih menjadi pilihan utama masyarakat saat mudik. Namun sejumlah jalur tol juga mengalami peningkatan arus kendaraan yang cukup signifikan,” kata Abast.

 

 

Tak hanya kendaraan pribadi, lonjakan juga terjadi pada sektor transportasi umum. Total penumpang dari berbagai moda—udara, laut, kereta api, hingga bus—mencapai 2.775.689 orang atau naik 21 persen dibandingkan tahun 2025.

 

Kenaikan tertinggi tercatat pada moda kereta api, khususnya di Stasiun Gubeng Surabaya, dengan lonjakan penumpang hingga 42 persen.

 

Terminal Purabaya/Bungurasih juga mengalami peningkatan signifikan. Jumlah penumpang masuk tercatat naik hingga 66 persen, dari sekitar 157 ribu orang pada tahun lalu menjadi sekitar 262 ribu orang pada tahun ini.

 

 

Di sektor penerbangan, Bandara Juanda mencatat total 567.096 penumpang atau meningkat 13 persen dibandingkan periode mudik sebelumnya.

 

“Kenaikan juga terjadi pada moda transportasi umum. Ini menunjukkan pergerakan masyarakat saat mudik Lebaran tahun ini cukup tinggi di seluruh sektor transportasi,” jelas Abast.

 

Melihat tingginya mobilitas tersebut, Polda Jatim mengimbau para pemudik untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan.

 

Petugas juga disiagakan di sejumlah titik rawan kemacetan dan kecelakaan, mulai dari jalur arteri, tol, terminal, stasiun, hingga lokasi wisata.

 

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati selama perjalanan. Jangan memaksakan diri saat lelah, manfaatkan rest area maupun pos pengamanan yang telah disiapkan,” pungkasnya. (ivan)