Pada momen hari raya, pengelola tidak memberlakukan pembatasan jumlah pengunjung. Namun pada hari biasa dan akhir pekan, jumlah wisatawan dibatasi maksimal 150 orang secara bergantian demi menjaga kapasitas kawasan.
“Spot yang paling diminati pengunjung adalah menara tiga lantai setinggi 17 meter, karena dari atas bisa melihat kawasan mangrove seluas 70 hektare,” jelas Subhan.
Untuk menambah pengalaman wisata, pengunjung juga dapat membeli berbagai suvenir hasil kerja sama dengan pelaku UMKM lokal, seperti kaos, tikar, gantungan kunci, hingga sajadah yang tersedia di Pondok Patekang. Area tersebut juga dilengkapi aula dan warung kopi.
Pengelola turut menyediakan paket kuliner dengan harga Rp250 ribu hingga Rp500 ribu yang menyajikan menu khas nasi gulung lengkap dengan rumput laut, udang, lobster, serta berbagai olahan mangrove.
“Wisata konservasi ini tetap diawasi dan dirawat, baik ada maupun tidak ada pengunjung,” pungkasnya.