Jejak Peradaban Prasejarah Gunung Sewu Tersimpan di Museum Song Terus Pacitan

wisata | 13 April 2026 12:10

Jejak Peradaban Prasejarah Gunung Sewu Tersimpan di Museum Song Terus Pacitan
SEJARAH MUSEUM SONG TERUS – Museum Song Terus di Pacitan, Jawa Timur menyimpan jejak panjang kehidupan manusia prasejarah di kawasan Gunung Sewu, mulai dari era Pleistosen hingga Holosen, dengan ribuan artefak yang menggambarkan evolusi budaya dan adaptasi manusia sejak ratusan ribu tahun lalu. (dok tribunjatim)
SURABAYA, PustakaJC.co – Museum Song Terus menjadi salah satu pusat edukasi sejarah yang menyimpan jejak panjang kehidupan manusia prasejarah di kawasan Gunung Sewu. Museum ini menghadirkan perjalanan evolusi budaya manusia sejak era Pleistosen hingga Holosen melalui ribuan koleksi artefak, Senin (13/4/2026).
 
Terletak di Dusun Weru, Desa Wareng, Kecamatan Punung, Pacitan, museum ini berada di kawasan cagar budaya yang berdekatan langsung dengan Situs Song Terus, salah satu lokasi penting penelitian arkeologi di Indonesia. Demikian dilansir dari jatim.tribunnews.com, Senin (13/4/2026).
 
 
Museum Song Terus memiliki lebih dari 4.600 koleksi, mulai dari alat batu, serpihan perkakas, fosil flora dan fauna, hingga replika kerangka manusia purba. Koleksi tersebut ditata dalam beberapa zona pamer yang menggambarkan perkembangan kehidupan manusia serta interaksinya dengan lingkungan.
 
Pengunjung juga dapat melihat ilustrasi manusia purba seperti Meganthropus paleojavanicus, Pithecanthropus mojokertensis, dan Homo soloensis yang memberikan gambaran visual kehidupan masa lampau.
 
 
Pembangunan museum ini diawali melalui sayembara desain pada 2015, dilanjutkan proses konstruksi pada 2016 hingga 2019. Setelah penataan ruang pamer selesai pada 2020, museum ini diluncurkan pada 12 Oktober 2022 dan diresmikan secara nasional pada 16 Mei 2024.
 
Sebagai museum khusus, Museum Song Terus berfokus pada sejarah prasejarah dan budaya awal manusia. Keberadaannya tidak hanya sebagai tempat penyimpanan artefak, tetapi juga menjadi pusat penelitian, pelestarian, serta edukasi bagi masyarakat luas.
 
 
Dengan lokasi yang berdekatan dengan situs asli penemuan artefak, museum ini menghadirkan konteks historis yang autentik. Hal tersebut semakin memperkuat perannya dalam mendokumentasikan perjalanan manusia awal serta perkembangan budaya yang membentuk identitas masyarakat Nusantara hingga saat ini. (frcn)