Digitalisasi Parkir KBS Dipacu, Pembayaran QRIS dan e-Money Permudah Wisatawan

wisata | 14 April 2026 15:17

Digitalisasi Parkir KBS Dipacu, Pembayaran QRIS dan e-Money Permudah Wisatawan
NONTUNAI – Kebun Binatang Surabaya (KBS) mulai menerapkan sistem parkir digital sejak Maret 2026. (dok radarsurabaya)
SURABAYA, PustakaJC.co – Kebun Binatang Surabaya (KBS) terus berbenah menuju konsep smart tourism city dengan menerapkan sistem parkir digital sejak pertengahan Maret 2026. Inovasi ini memungkinkan pengunjung melakukan pembayaran parkir secara nontunai menggunakan QRIS maupun kartu uang elektronik. Selasa, (14/4/2026).
 
“Jadi di Kebun Binatang Surabaya kita mulai tanggal 16 Maret 2026, sebelum event Lebaran itu dari teman-teman Dishub sudah koordinasi dengan kami,” ujarnya. Demikian dikutip dari surabaya.jawapos.com, Selasa, (14/4/2026).
 
Langkah ini merupakan hasil koordinasi antara pengelola KBS dan Dinas Perhubungan Kota Surabaya sebagai upaya meningkatkan transparansi serta efisiensi pengelolaan parkir di kawasan wisata unggulan Kota Pahlawan.
 
 
Direktur Keuangan dan SDM KBS, Muhammad Nahroni, menyampaikan bahwa implementasi awal berjalan lancar tanpa kendala berarti. Sistem ini juga tetap mempertahankan tarif parkir sebelumnya, yakni Rp5.000 untuk sepeda motor dan Rp10.000 untuk mobil, namun dengan metode pembayaran yang lebih modern.
 
“Ketika nanti pengunjung ramai, kita akan tambah alat seperti di tol agar lebih cepat. Secara implementasi tidak ada kendala,” tambah Nahroni.
 
Respons pengunjung dinilai positif, meskipun transaksi QRIS memerlukan waktu sedikit lebih lama saat kondisi ramai. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pengelola berencana menambah perangkat pembayaran digital menyerupai sistem di gerbang tol guna mempercepat arus kendaraan.
 
 
Dari sisi akses, pintu utama dan pintu 12 masih menjadi jalur favorit pengunjung untuk masuk ke kawasan KBS. Sementara itu, keberadaan Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ)–KBS melalui jalur terowongan turut berkontribusi signifikan terhadap arus kunjungan, dengan menyumbang sekitar 40 hingga 49 persen dari total pengunjung.
 
Selama periode libur nasional dan cuti bersama Nyepi serta Idulfitri 2026, jumlah pengunjung KBS tercatat mencapai sekitar 40 ribu orang, didominasi wisata keluarga yang ingin mengenalkan satwa kepada anak-anak. (frcn)