SURABAYA, PustakaJC.co — Kawasan Pulo Wonokromo di Surabaya Selatan menyimpan jejak sejarah panjang yang menarik untuk ditelusuri. Nama “Pulo” yang melekat pada kampung tersebut diyakini berasal dari kondisi geografis masa lampau, ketika wilayah itu merupakan sebuah pulau kecil yang terbentuk dari endapan di aliran Kali Surabaya, Selasa (28/4/2026).
Pemerhati sejarah, Kuncarsono Prasetyo, mengungkapkan bahwa kawasan tersebut dulunya benar-benar berupa daratan terpisah di tengah sungai.
“Pulo Wonokromo adalah kampung di selatan Jembatan Wonokromo. Asal kata ‘pulo’ berarti pulau, yakni daratan hasil endapan di tengah sungai,” ujarnya, dikutip dari surabaya.jawapos.com.