Indonesia Melesat ke Peringkat 2 Destinasi Wisata Ramah Muslim Terbaik Dunia, Catat Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

wisata | 22 Juni 2026 11:24

Indonesia Melesat ke Peringkat 2 Destinasi Wisata Ramah Muslim Terbaik Dunia, Catat Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
Dok infopublik

SURABAYA, PustakaJC.co - Kabar membanggakan datang dari sektor pariwisata nasional. Indonesia berhasil melesat ke peringkat kedua sebagai destinasi wisata ramah Muslim terbaik dunia dalam ajang Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards 2026.

 

Prestasi tersebut menjadi capaian tertinggi Indonesia sepanjang keikutsertaannya dalam indeks pariwisata Muslim dunia. Dengan total skor 79, Indonesia naik tiga peringkat sekaligus dibandingkan tahun 2025 yang berada di posisi kelima.

 

Pada pemeringkatan tahun ini, Malaysia masih menempati posisi pertama dengan skor 82. Sementara Indonesia berhasil mengungguli berbagai negara tujuan wisata Muslim lainnya di dunia.

 

Sekretaris Kementerian Pariwisata, Bayu Aji, yang mewakili Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam ajang yang digelar di Singapura tersebut menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih Indonesia.

 

 

"Pencapaian ini menegaskan semakin kuatnya posisi Indonesia sebagai destinasi wisata ramah Muslim yang kompetitif di dunia," ujar Bayu Aji.

 

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil konsistensi pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem pariwisata yang inklusif, berkualitas, dan berdaya saing global.

 

Dalam GMTI 2026, penilaian dilakukan melalui kerangka ACES yang mencakup empat aspek utama, yakni Access (aksesibilitas), Communication (komunikasi), Environment (lingkungan), dan Services (layanan).

 

Pada aspek aksesibilitas, Indonesia dinilai memiliki konektivitas transportasi yang semakin baik, kemudahan regulasi perjalanan, serta infrastruktur yang mendukung mobilitas wisatawan.

 

Sementara dari sisi komunikasi, promosi destinasi wisata ramah Muslim dinilai semakin efektif melalui berbagai platform digital dan keterlibatan para pelaku industri pariwisata.

 

 

Adapun pada aspek layanan, Indonesia dinilai unggul karena memiliki jaringan masjid yang luas, ketersediaan kuliner halal, fasilitas ramah Muslim di berbagai destinasi wisata, serta kekayaan warisan budaya Islam yang tersebar di berbagai daerah.

 

Kementerian Pariwisata juga dinilai berhasil menjalankan sejumlah program strategis yang memperkuat posisi Indonesia di tingkat global.

 

Beberapa di antaranya adalah percepatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro dan kecil, pengembangan 15 destinasi wisata ramah Muslim unggulan, penguatan promosi digital melalui platform Indonesia.travel, hingga penyusunan standar layanan bagi pemerintah daerah.

 

Berbagai langkah tersebut dinilai berhasil meningkatkan kualitas layanan wisata sekaligus memperluas daya tarik Indonesia di pasar wisata halal dunia yang terus tumbuh.

 

Bayu Aji optimistis Indonesia mampu meraih posisi puncak pada pemeringkatan tahun mendatang.

 

"Kami optimistis dapat kembali meraih posisi sebagai Muslim-Friendly Destination of The Year pada tahun depan," tegasnya.

 

 

Pencapaian ini menjadi sinyal positif bagi industri pariwisata nasional yang terus bangkit dan berkembang. Selain meningkatkan citra Indonesia di mata dunia, prestasi tersebut juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari pasar wisata Muslim global.

 

Dengan kekayaan budaya, keramahan masyarakat, fasilitas halal yang semakin lengkap, serta dukungan pemerintah yang berkelanjutan, Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan dunia.

(int)