Adapun pada aspek layanan, Indonesia dinilai unggul karena memiliki jaringan masjid yang luas, ketersediaan kuliner halal, fasilitas ramah Muslim di berbagai destinasi wisata, serta kekayaan warisan budaya Islam yang tersebar di berbagai daerah.
Kementerian Pariwisata juga dinilai berhasil menjalankan sejumlah program strategis yang memperkuat posisi Indonesia di tingkat global.
Beberapa di antaranya adalah percepatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro dan kecil, pengembangan 15 destinasi wisata ramah Muslim unggulan, penguatan promosi digital melalui platform Indonesia.travel, hingga penyusunan standar layanan bagi pemerintah daerah.
Berbagai langkah tersebut dinilai berhasil meningkatkan kualitas layanan wisata sekaligus memperluas daya tarik Indonesia di pasar wisata halal dunia yang terus tumbuh.
Bayu Aji optimistis Indonesia mampu meraih posisi puncak pada pemeringkatan tahun mendatang.
"Kami optimistis dapat kembali meraih posisi sebagai Muslim-Friendly Destination of The Year pada tahun depan," tegasnya.