Inggris Lirik Proyek Kereta Perkotaan Surabaya Lewat Kemitraan Infrastruktur

wisata | 01 Agustus 2026 18:38

Inggris Lirik Proyek Kereta Perkotaan Surabaya Lewat Kemitraan Infrastruktur
Ilustrasi rangkaian kereta api KAI berhenti di peron stasiun. (dok surabayapagi)

 

 

 

SURABAYA, PustakaJC.co - Pemerintah Inggris membuka peluang kerja sama lebih luas dengan Indonesia di sektor perkeretaapian melalui keterlibatan 15 perusahaan yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari rekayasa teknik, konsultansi, arsitektur, operasional, penyediaan sarana dan sistem perkeretaapian, hingga pembiayaan. Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah pengembangan kereta perkotaan Surabaya yang kini memasuki tahap studi kelayakan (feasibility study).

 

Komitmen tersebut disampaikan Komisaris Perdagangan Inggris untuk Asia Pasifik, Martin Kent, dalam UK-Indonesia Rail Partnership Forum 2026 di Jakarta. Ia menyebut forum tersebut menjadi momentum mempererat kemitraan jangka panjang antara pelaku industri perkeretaapian Inggris dan Indonesia. Dilansir dari surabayapagi.com, Minggu, (1/8/2026).

 

Martin menjelaskan, Inggris memiliki pengalaman dalam perencanaan, rekayasa, operasional, pembiayaan, hingga pengembangan kawasan berbasis transportasi terpadu atau transit-oriented development (TOD). Keahlian tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan pembangunan infrastruktur transportasi di Indonesia.

 

Menurutnya, pembahasan mengenai peluang kerja sama telah dilakukan bersama Kementerian Perhubungan dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Salah satu fokus utama adalah proyek kereta perkotaan Surabaya yang saat ini tengah menjalani studi kelayakan dengan dukungan kedua negara.

 

“Pagi tadi saya bertemu dengan perwakilan Bappenas dan Kementerian Perhubungan untuk membahas kerja sama di masa depan, termasuk proyek kereta perkotaan Surabaya. Inggris telah mendukung proyek tersebut melalui studi transportasi yang saya serahkan kepada Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun lalu,” ujar Martin.