SURABAYA, PustakaJC.co – Arca Dwarapala menjadi salah satu peninggalan masa Hindu-Buddha yang masih dapat ditemukan di sejumlah situs bersejarah Jawa Timur. Sosoknya dikenal melalui tubuh berukuran besar, wajah garang, mata melotot, taring, serta atribut gada yang menjadi ciri khasnya.
Dalam tradisi Hindu-Buddha, Dwarapala dikenal sebagai penjaga pintu atau kawasan yang dianggap suci. Keberadaannya tidak hanya berkaitan dengan bangunan candi, tetapi juga dipercaya memiliki fungsi sebagai pelindung dari berbagai kekuatan jahat. Dilansir dari detik.com, Senin, (10/8/2026).
Istilah Dwarapala berasal dari bahasa Sanskerta. Kata dwara berarti pintu atau gapura, sedangkan palaberarti penjaga. Karena itu, Dwarapala secara umum dimaknai sebagai penjaga pintu.
Arca ini biasanya dibuat secara berpasangan. Penggambarannya cenderung menunjukkan sosok yang menyeramkan, dengan wajah demonis, mata besar, gigi dan taring yang terlihat, serta membawa gada.
Pada sejumlah Dwarapala berukuran raksasa di Jawa Timur, sosok penjaga tersebut digambarkan dalam posisi duduk bersimpuh. Penempatannya juga tidak selalu berada tepat di depan pintu candi.