JAKARTA, PustakaJC.co - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bergerak cepat menyiapkan serangkaian langkah penanganan bagi wisatawan yang terdampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Upaya ini dilakukan melalui koordinasi lintas lembaga guna memastikan keselamatan dan kenyamanan para pelancong di area terdampak.
Juru Bicara Kemenpar, Imam Priyono, menyatakan bahwa pihak kementerian terus memantau perkembangan situasi secara berkala bersama instansi teknis terkait.
"Kementerian Pariwisata secara berkelanjutan berkoordinasi dengan BMKG, PVMBG, BNPB, Pemerintah Daerah Banten dan Lampung, serta pengelola destinasi untuk mengawal dampak erupsi Anak Krakatau," ujar Imam dikutip dari antaranews.com, Kamis, (10/9/2026).
Sebagai penanganan langsung di lapangan, Kemenpar telah berkoordinasi dengan pengelola akomodasi dan perhotelan di Banten serta area penyangga bandara. Langkah-langkah yang disiapkan meliputi:
- Aktivasi SOP Force Majeure: Memberikan batas toleransi dan kelonggaran check-out bagi wisatawan yang tertahan akibat pembatalan atau penundaan penerbangan.
- Fasilitas Darurat: Menyediakan ruang tunggu darurat di area-area strategis bagi wisatawan yang membutuhkan.
- Kesiapan Destinasi: Menginstruksikan pengelola destinasi pesisir untuk menyiagakan jalur evakuasi, melakukan pembersihan abu vulkanik sesuai standar Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE), serta memantau kualitas udara secara real-time.