Jatim Perkuat Peran dalam Agenda Iklim Global, Khofifah Dorong Konservasi Mangrove hingga Ekonomi Hijau

wisata | 28 Juni 2026 08:47

Jatim Perkuat Peran dalam Agenda Iklim Global, Khofifah Dorong Konservasi Mangrove hingga Ekonomi Hijau
Dok ysl

SURABAYA, PustakaJC.co – Komitmen Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim di tingkat global membuka peluang besar bagi Jawa Timur untuk semakin memperkuat perannya sebagai daerah yang memiliki kawasan mangrove, lahan pesisir, hingga potensi ekonomi hijau yang strategis.

 

Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya pada forum Ministerial Event Forest and Climate Leaders' Partnership (FCLP) di Inggris melalui tiga strategi utama, yakni penguatan pasar karbon berintegritas, pengembangan International Tropical Peatland Center (ITPC), serta penguatan World Mangrove Center (WMC) sebagai pusat kolaborasi dunia.

 

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, Indonesia terus memperkuat tata kelola pasar karbon sebagai instrumen pembiayaan konservasi, restorasi ekosistem, pengelolaan hutan berkelanjutan, hingga pemberdayaan masyarakat sekitar hutan.

 

"Indonesia meyakini pasar karbon yang berintegritas dapat menjadi instrumen penting dalam mendukung perlindungan dan pengelolaan hutan yang berkelanjutan," ujarnya.

 

 

Selain itu, pemerintah juga memperkuat peran International Tropical Peatland Center (ITPC) sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan peningkatan kapasitas pengelolaan lahan gambut tropis.

 

Indonesia yang memiliki sekitar 13 juta hektare lahan gambut dinilai memiliki pengalaman besar dalam menjaga salah satu penyimpan karbon terbesar dunia sekaligus mendukung ketahanan iklim.

 

Strategi ketiga dilakukan melalui penguatan World Mangrove Center (WMC) sebagai pusat kolaborasi internasional dalam pengembangan kebijakan, riset, pertukaran pengetahuan, dan inovasi pengelolaan mangrove.

 

Dengan kepemilikan sekitar 3,4 juta hektare atau sekitar 23 persen kawasan mangrove dunia, Indonesia siap berbagi praktik terbaik dalam mendukung agenda konservasi mangrove global.

 

 

Bagi Jawa Timur, kebijakan tersebut menjadi peluang strategis mengingat provinsi ini memiliki kawasan mangrove yang tersebar di berbagai daerah seperti Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Probolinggo, Situbondo, Banyuwangi hingga wilayah pesisir Madura.

 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebelumnya juga terus mendorong pembangunan berkelanjutan melalui penguatan ekonomi hijau, rehabilitasi kawasan pesisir, konservasi mangrove, serta pengembangan investasi yang berwawasan lingkungan sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian alam.

 

Ke depan, sinergi pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia, termasuk Jawa Timur, sebagai salah satu pusat pengembangan solusi berbasis alam (nature-based solutions) dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir. (int)