Sejumlah penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa aktivitas membarong berpotensi menimbulkan dampak kesehatan, termasuk keausan gigi akibat beban Dadak Merak yang ditopang melalui cokotan. Karena itu, kajian ergonomi dinilai menjadi langkah penting untuk menghasilkan teknik yang lebih aman tanpa menghilangkan keaslian pertunjukan.
Melalui kolaborasi antara akademisi dan pelaku budaya, diharapkan Reog Ponorogo tidak hanya tetap lestari sebagai identitas budaya bangsa, tetapi juga berkembang dengan memperhatikan keselamatan para seniman yang menjadi ujung tombak pelestariannya.
(int)