500 Penari Meriahkan Festival Segoro Topeng Kaliwungu, Lumajang Perkuat Wisata Budaya Lewat KEN 2026

wisata | 01 Juli 2026 18:32

500 Penari Meriahkan Festival Segoro Topeng Kaliwungu, Lumajang Perkuat Wisata Budaya Lewat KEN 2026
Dok matro

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata budaya melalui penyelenggaraan Festival Segoro Topeng Kaliwungu yang digelar di Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian. Sebanyak 500 penari pelajar tampil dalam tarian kolosal yang menjadi bagian dari agenda Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata.

 

Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, Festival Segoro Topeng Kaliwungu bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga menjadi upaya melestarikan budaya lokal sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

 

"Segoro Topeng Kaliwungu bukan hanya pelestarian budaya, tetapi juga menjadi kekuatan untuk mengembangkan sektor pariwisata serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujar Indah.

 

 

Mengusung tema "Lamadjang: The Land of Glory", pertunjukan kolosal tersebut mengisahkan lahirnya Tanah Lamadjang melalui perpaduan tari, musik tradisional, dan kekayaan budaya khas Lumajang.

 

Penampilan ratusan pelajar dari jenjang SD, SMP hingga SMA menjadi simbol regenerasi pelaku seni sekaligus upaya mengenalkan warisan budaya kepada generasi muda.

 

Menurut Indah, masuknya Festival Segoro Topeng Kaliwungu dalam kalender nasional Karisma Event Nusantara (KEN) menjadi peluang besar untuk memperkenalkan budaya Lumajang ke tingkat nasional bahkan internasional.

 

Pemkab Lumajang berkomitmen terus mengembangkan warisan budaya tak benda melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan seni agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

 

 

Festival tersebut mendapat sambutan antusias masyarakat. Selain wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia, sejumlah wisatawan mancanegara dari Spanyol, Prancis, China, Slovakia, hingga Bali turut menyaksikan pertunjukan budaya di kawasan Pantai Watu Pecak.

 

Salah seorang wisatawan asal Slovakia, Mery, mengaku terkesan dengan penampilan para penari muda.

 

"Saya sangat senang bisa menyaksikannya secara langsung. Pertunjukannya luar biasa dan saya menyukai penampilan para penari muda," ungkapnya.

 

Melalui Festival Segoro Topeng Kaliwungu, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap wisata budaya mampu menjadi daya tarik baru yang tidak hanya menjaga identitas budaya daerah, tetapi juga meningkatkan kunjungan wisatawan dan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

(int)