Ia menegaskan, perkembangan sektor pariwisata tidak boleh hanya dinikmati oleh pengelola objek wisata besar. Masyarakat desa dan pelaku usaha kecil juga harus memperoleh manfaat yang seimbang dari aktivitas ekonomi yang tercipta.
Saifudin menilai daya tarik Kota Batu tidak hanya terletak pada taman hiburan dan wahana modern. Wisata desa, agrowisata, serta ekowisata memiliki potensi yang tidak kalah besar untuk dikembangkan sebagai alternatif destinasi wisata.
Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah menyusun blueprint pengembangan pariwisata berbasis desa yang terintegrasi. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperluas persebaran kunjungan wisatawan sekaligus meningkatkan dampak ekonomi bagi masyarakat di berbagai wilayah.
“Kami berharap wisatawan tidak hanya datang ke objek wisata besar, tetapi juga menikmati wisata desa, wisata pertanian, maupun wisata ekologi. Dengan begitu, manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat,” katanya.