SURABAYA, PustakaJC.co – Gedung Balai Kota Surabaya yang kini menjadi pusat pemerintahan Kota Surabaya ternyata menyimpan sejarah panjang. Pada masa kolonial Belanda, bangunan tersebut bahkan sempat mendapat julukan "Gedung Seribu Gulden" akibat polemik anggaran pembangunan yang membengkak hingga memicu kritik dari kalangan dewan kotapraja. Kamis, (4/6/2026).
“Gemeente sudah memproyeksikan kawasan itu bakal menjadi pusat Kota Surabaya di masa depan. Karena pindah lokasi, desain yang dibuat Citroen akhirnya harus diubah total,” jelasnya. Demikian dilansir dari radarsurabaya.jawapos.com, Kamis, (4/6/2026)
Pegiat sejarah Surabaya, Nur Setiawan, menjelaskan bahwa setelah Gemeente Surabaya dibentuk pada 1 April 1906, pemerintah kota belum memiliki kantor tetap. Berbagai aktivitas pemerintahan dan administrasi saat itu masih dilakukan secara berpindah-pindah di sejumlah lokasi.