SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat promosi sektor pariwisata dengan membidik pasar wisatawan dari Kalimantan Timur. Melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar), upaya tersebut diwujudkan lewat penyelenggaraan Surabaya Table Top bertajuk Where Business Meets Leisure di Balikpapan, Minggu, (26/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Platinum Hotel & Convention Hall Balikpapan itu mempertemukan pelaku industri pariwisata Surabaya dengan calon pembeli potensial dari Kalimantan Timur melalui skema business matching. Langkah ini diharapkan mampu memperluas kerja sama sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Pahlawan. Dilansir dari jatimpos.co, Senin, (27/7/2026).
Sebanyak 33 pelaku usaha pariwisata asal Surabaya mengikuti kegiatan tersebut dan bertemu dengan 125 buyer yang berasal dari biro perjalanan wisata, perusahaan, instansi pemerintah, komunitas, hingga asosiasi pariwisata di Balikpapan dan sekitarnya.
Kepala Bidang Pariwisata Disbudporapar Kota Surabaya, Farah Andita Ramdhani, mengatakan Balikpapan dipilih karena memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang Kalimantan Timur sekaligus menjadi pasar potensial bagi industri pariwisata Surabaya.
Menurutnya, konektivitas penerbangan yang baik serta tingginya tingkat okupansi hotel menjadikan Balikpapan sebagai daerah yang berpotensi menyumbang wisatawan luar Jawa ke Surabaya.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkuat promosi dan pemasaran pariwisata Kota Surabaya sekaligus memperluas jejaring kerja sama antara pelaku industri pariwisata dengan calon pembeli potensial di Kalimantan Timur. Harapannya, lahir kerja sama konkret dalam penyusunan paket wisata, penyelenggaraan kegiatan MICE, hingga peningkatan kunjungan wisatawan ke Surabaya,” ujar Farah.
Dalam kegiatan tersebut, Disbudporapar memperkenalkan berbagai produk unggulan pariwisata Surabaya. Mulai dari wisata heritage, wisata kuliner, medical tourism, sport tourism, hingga potensi MICE yang selama ini menjadi salah satu andalan Kota Surabaya.
Selain itu, berbagai agenda tahunan yang rutin digelar Pemkot Surabaya juga dipromosikan sebagai daya tarik bagi wisatawan maupun penyelenggara kegiatan berskala nasional.
Farah menjelaskan, konsep Where Business Meets Leisure tidak sekadar menjadi sarana promosi destinasi, tetapi juga menjadi wadah membangun komunikasi bisnis secara langsung antara pelaku usaha dan calon mitra.
Melalui model business matching, peserta tidak hanya memperoleh informasi mengenai destinasi wisata, tetapi juga dapat menjajaki peluang kolaborasi, menyusun paket wisata bersama, hingga membangun kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan.
Ia menilai tingginya antusiasme peserta menunjukkan besarnya minat pelaku industri pariwisata di Kalimantan Timur untuk menjalin kerja sama dengan Surabaya.
Karena itu, Pemkot Surabaya berharap hubungan bisnis yang telah terbangun dapat berlanjut dalam bentuk kerja sama nyata yang mampu meningkatkan penjualan paket wisata, penyelenggaraan kegiatan MICE, serta mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan ke Surabaya.
“Ke depan kami akan terus memperluas promosi ke berbagai daerah potensial di Indonesia sebagai bagian dari strategi pemasaran pariwisata Surabaya. Kami ingin kolaborasi yang terbangun melalui kegiatan seperti ini benar-benar memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi daerah,” pungkasnya. (ivan)