Wisata Bromo Dibuka Lagi Usai Kebakaran 1.121 Hektare

wisata | 19 Agustus 2026 18:56

Wisata Bromo Dibuka Lagi Usai Kebakaran 1.121 Hektare
Kawasan wisata Gunung Bromo. (dok suarasurabaya)

SURABAYA, PustakaJC.co — Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali membuka kawasan wisata Gunung Bromo bagi wisatawan setelah kebakaran hutan dan lahan seluas 1.121 hektare dipastikan padam. Pembukaan kembali berlaku mulai Kamis, (20/8/2026) pukul 00.01 WIB.

 

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja mengatakan keputusan tersebut diambil setelah dilakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kondisi kawasan, terutama dari aspek keselamatan pengunjung dan petugas. Dilansir dari suarasurabaya.net, Rabu, (19/8/2026).

 

“Berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi kondisi kawasan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan pengunjung dan petugas, maka kawasan wisata Bromo dibuka kembali untuk wisatawan mulai Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 00.01 WIB,” kata Rudi, Rabu, (19/8/2026).

 

 

 

 

Pembukaan kembali kawasan wisata tersebut tertuang dalam Surat Pengumuman Nomor PG.19/T.8/TU/HMS.01.07/B/08/2026 yang diterbitkan pada 19 Agustus 2026.

 

TNBTS juga menyampaikan bahwa pemesanan tiket kunjungan sudah dapat dilakukan melalui laman resmi Bromo Tengger Semeru. Kuota wisatawan tetap diberlakukan sebanyak 2.752 orang per hari.

 

Rudi mengimbau wisatawan yang berkunjung agar menaati seluruh peraturan dan arahan petugas di lapangan. Pengunjung juga diminta menjaga kebersihan serta kelestarian kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

 

Wisatawan dilarang melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membuat perapian maupun membuang puntung rokok dan benda lain yang dapat menjadi sumber api.

 

 

Apabila menemukan asap, bara, atau indikasi kebakaran, wisatawan diminta segera melaporkannya kepada petugas.

 

“Kita bersama-sama saling menjaga kawasan agar kebakaran tidak kembali terjadi,” ujarnya.

 

Sementara itu, Posko Penanganan Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di kawasan Bromo telah ditutup sejak Senin, (3/8/2026).

 

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan penutupan posko dilakukan setelah personel gabungan melaksanakan penyisiran dan pembasahan secara intensif di sejumlah titik yang sebelumnya terdampak kebakaran.

 

Menurutnya, tidak lagi ditemukan titik api yang masif setelah operasi penanganan dilakukan secara terpadu selama 13 hari.

 

“Saya sampaikan bahwa posko penanganan karhutla Bromo sudah ditutup karena sudah kita lakukan penyisiran maupun waterbombing pembasahan di beberapa titik, sudah tidak ada titik api yang masif,” kata Gatot.

 

 

Meski posko resmi ditutup, pemantauan terhadap potensi munculnya kembali titik api tetap dilakukan. Personel TNBTS akan melaksanakan penyisiran lanjutan secara mandiri.

 

Jika dalam pemantauan ditemukan titik api yang berpotensi membesar, petugas TNBTS akan melakukan pemadaman secara mandiri untuk mencegah kebakaran kembali meluas. (ivan)