Target tersebut menjadi kelanjutan dari capaian sektor pariwisata pada Semester I 2026. Dalam periode tersebut, Indonesia mencatat 7,45 juta kunjungan wisman.
Devisa pariwisata pada Semester I 2026 mencapai 8,43 miliar dolar AS. Sementara perjalanan wisnus tercatat sebanyak 0,63 miliar perjalanan dan investasi pariwisata mencapai Rp39,68 triliun.
Widiyanti menegaskan peningkatan anggaran harus diterjemahkan menjadi program yang efektif, akuntabel, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat di berbagai daerah.
“Kami berkomitmen memastikan seluruh program yang direncanakan dapat dijalankan dengan baik dan akuntabel untuk membangun pariwisata nasional yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan, serta semakin memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya. (ivan)