SEMARANG, PustakaJC.co – Kontingen Provinsi Jawa Timur menampilkan pesan sejarah dan kebudayaan yang mendalam pada Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Sabtu, (12/9/2026). Mengusung tema “Jejak Dakwah dan Peradaban Islam Tegalsari”, mobil hias milik Jatim memvisualisasikan Masjid Kyai Ageng Muhammad Besari dari Tegalsari, Ponorogo, sebagai simbol lahirnya pendidikan Islam dan harmoni budaya di Jawa.
Ketua Pelaksana Harian LPTQ Jawa Timur, KH Abdul Hamid Abdullah, menyampaikan bahwa konsep ini dipilih untuk mengenalkan warisan tradisi keilmuan Islam yang tetap relevan bagi generasi modern. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Sabtu, (12/9/2026).
"Mobil hias ini menggambarkan jejak dakwah, pendidikan, dan peradaban Tegalsari yang panjang. Nilai-nilai tersebut kami teruskan kepada generasi sekarang, khususnya melalui kecintaan terhadap Al-Qur'an," ujar KH Abdul Hamid.
Elemen Utama dan Simbolisme Mobil Hias
Desain mobil hias Jatim memadukan simbol keagamaan, sejarah keilmuan, dan kearifan lokal secara utuh:
- Masjid Kyai Ageng Muhammad Besari: Menjadi replika utama dengan ciri khas gapura bata merah, ukiran, dan atap tradisional Jawa. Bangunan ini melambangkan peran masjid sebagai pusat ibadah sekaligus benteng pendidikan karakter.
- Jejak Pujangga Ki Ageng Ronggowarsito: Mengingatkan sejarah Tegalsari sebagai tempat menimba ilmu sang pujangga besar Jawa, membuktikan bahwa pesantren sejak dulu menjadi ruang bertemunya ilmu agama, sastra, dan budaya.
- Ornamen Al-Qur'an & MTQ: Menegaskan kesinambungan tradisi keilmuan Islam dari masa ke masa.
- Kesenian Reog Ponorogo: Ditampilkan berdampingan dengan simbol masjid untuk memperlihatkan keharmonisan antara nilai agama dan kebudayaan daerah.
Rute Pawai Ta’aruf Kota Semarang
Mobil hias Jatim menyusuri sejumlah titik strategis Kota Semarang bersama kontingen dari berbagai daerah di Indonesia:
- Start: Balai Kota Semarang
- Lintasan Utama: Jalan Pandanaran \rightarrow Simpang KFC \rightarrow Jalan Mugas
- Lintasan Lanjutan: Jalan Menteri Supeno \rightarrow Jalan Pahlawan
- Finish: Kawasan Gubernuran (melalui jalur contra flow)
Penyelenggaraan mobil hias ini diharapkan tidak sekadar menjadi tontonan visual, tetapi juga media edukasi publik mengenai sejarah panjang dakwah dan peradaban Qur'ani di Jawa Timur. (ivan)