Terbaik di Jawa Dua Tahun Berturut-turut, Kota Mojokerto Kembali Raih Juara Umum Fesyar

wisata | 28 September 2026 13:24

Terbaik di Jawa Dua Tahun Berturut-turut, Kota Mojokerto Kembali Raih Juara Umum Fesyar
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat menerima penghargaan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Regional Jawa. (dok surabayapagi)

MOJOKERTO, PustakaJC.co – Kota Mojokerto kembali mengukuhkan dominasinya dalam ajang Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Regional Jawa. Untuk kedua kalinya secara berturut-turut pada periode 2025 dan 2026, Kota Onde-Onde berhasil memboyong predikat Juara Umum.

 

Tahun ini, Kota Mojokerto sukses menyabet delapan penghargaan dari total 14 kategori yang diperlombakan. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, kepada Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, dalam acara Closing Ceremony Fesyar Jawa 2026 di Grand City Convention and Exhibition, Surabaya, Minggu, (27/9/2026).

 

Delapan piala yang berhasil diraih mencakup tiga trofi Juara 1 untuk kategori Ekonomi Hijau Berkelanjutan, Rencana Aksi Daerah, serta Inovasi Sektor Ekonomi Syariah. Dilansir dari surabayapagi.com, Senin, (28/9/2026).

 

Selanjutnya, Kota Mojokerto meraih Juara 2 pada dua kategori, yakni Literasi Ekonomi Syariah serta Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Sementara tiga penghargaan lainnya sebagai Juara 3 diraih dari kategori Zona Khas, Inkubasi Bisnis Usaha Syariah, dan Keuangan Mikro Syariah.

 

 

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari—yang akrab disapa Ning Ita—menjelaskan bahwa keberhasilan mempertahankan gelar juara ini tak lepas dari sinergi kuat antara pemerintah daerah dan para pelaku usaha di lapangan.

 

“Saya tentu saja bersyukur bisa mempertahankan Juara Umum Festival Ekonomi Syariah selama dua tahun berturut-turut. Yang paling utama adalah kolaborasi. Untuk bisa berkomitmen di semua aspek sehingga memenuhi kategori yang ditetapkan, kuncinya adalah kolaborasi,” ujar Ning Ita usai menerima penghargaan.

 

Ning Ita menegaskan bahwa peran Pemkot Mojokerto fokus pada fasilitasi dan penyediaan dukungan regulasi maupun kebijakan. Namun, eksekusi dan komitmen aktif dari para pelaku ekonomi lokal menjadi penentu utama suksesnya ekosistem syariah di daerah.

 

 

“Bagaimana setiap sektor dan seluruh aspek di Kota Mojokerto kita upayakan memenuhi kategori syariah, sehingga manfaatnya bisa dirasakan, termasuk memberikan kenyamanan, keamanan, dan ketenangan bagi umat muslim,” tambahnya.

 

 

 

Bagi Pemkot Mojokerto, capaian ini bukan sekadar ajang selebrasi, melainkan pemantik untuk memperkuat daya saing ekonomi warga.

 

 

Penguatan pada akses keuangan, penguatan literasi, serta pengemasan inovasi syariah diharapkan mampu membendung tantangan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (ivan)