BPBD Jatim Catat 9.269 Hektare Lahan Terbakar Sepanjang Musim Kemarau 2026, Lumajang Terparah

wisata | 03 Oktober 2026 07:59

BPBD Jatim Catat 9.269 Hektare Lahan Terbakar Sepanjang Musim Kemarau 2026, Lumajang Terparah
Tim gabungan melakukan pemadaman Karhutla Bromo di kawasan Jemplang dengan menggunakan tangki air pemadam kebakaran. (dok jawapos)

SURABAYA, PustakaJC.co - Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menerjang 25 kabupaten/kota di Jawa Timur sepanjang musim kemarau 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat, total luas lahan yang hangus terbakar mencapai 9.269,55 hektare dari 136 insiden kebakaran hingga awal Oktober.

 

Kabupaten Lumajang menjadi wilayah terdampak paling parah dengan luas kebakaran menembus 2.190 hektare. Wilayah lain yang mencatatkan area terbakar terluas antara lain Kabupaten Probolinggo (1.800 hektare), Blitar (1.600 hektare), dan Banyuwangi (1.400 hektare). Dilansir dari jawapos.com, Sabtu, (3/10/2026).

 

Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menyatakan bahwa kondisi vegetasi yang mengering memicu berulangnya insiden karhutla di berbagai daerah, termasuk Jember, Malang, Ponorogo, Magetan, Pasuruan, Bondowoso, Situbondo, Trenggalek, hingga Mojokerto.

 

"Kami mencatat ada 136 kejadian karhutla yang tersebar di 25 daerah di Jawa Timur, namun sebagian besar berhasil ditangani berkat kesigapan tim gabungan," ujar Gatot, Jumat, (2/10/2026).

 

 

Guna merespons penanganan bencana, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan melalui SK Gubernur Nomor 100.3.3.1/327/013/2026. Langkah ini turut diikuti oleh penetapan status kedaruratan di 24 kabupaten/kota.

 

Sebagai bentuk penanganan di lapangan, BPBD Jatim memobilisasi armada pendukung skala besar, seperti mobil tangki air, mobil water treatment, truk logistik, hingga pompa air berkapasitas tinggi. Meski mayoritas titik api telah terkendali, personel dan armada pemadam tetap disiagakan di titik-titik rawan.

Gatot juga mengimbau masyarakat, pengelola kawasan hutan, dan para pendaki untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak memicu percikan api.

 

"Kerja sama masyarakat sangat krusial. Kami melarang keras kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan atau menyalakan api unggun tanpa pengawasan," tegasnya.

 

Masyarakat yang menemukan potensi kebakaran lahan atau memerlukan bantuan air bersih dapat menghubungi Posko Siaga BPBD Jatim melalui Call Center 117 atau layanan WhatsApp di nomor 0812-317-80000. (ivan)