Geliatkan Wisata Budaya, Festival Film Horor Pacitan 2026 Menyulap Ruang Publik dan Pantai Pancer Door Jadi Destinasi Kreatif

wisata | 18 Oktober 2026 09:54

Geliatkan Wisata Budaya, Festival Film Horor Pacitan 2026 Menyulap Ruang Publik dan Pantai Pancer Door Jadi Destinasi Kreatif
Suasana Opening Ceremony Festival Film Horor Pacitan di Pantai Pancer Door, Pacitan Jawatimur dengan pertunjukan kesenian dan kebudayaan. (dok gresiksatu)

PACITAN, PustakaJC.co - Kabupaten Pacitan terus memperkuat daya tarik wisatanya melalui pendekatan yang unik dan inovatif. Lewat gelaran Festival Film Horor (FFH) 2026 yang berlangsung pada 14–17 Oktober 2026, berbagai destinasi wisata dan ruang publik di "Kota 1001 Goa" ini disulap menjadi tempat hiburan budaya kontemporer yang menyedot ribuan wisatawan dan warga lokal.

 

Dibuka secara meriah di Pantai Pancer Door, festival ini mengusung tema “Indigo: Melihat yang Tak Terlihat, Membaca yang Tak Terlupakan, Membangun yang Akan Datang”. Berbeda dari festival film biasa, FFH 2026 memadukan pesona keindahan alam Pacitan dengan konsep wisata sejarah dan mitologi lokal. Dilansir dari gresiksatu.com, Minggu, (18/10/2026).

 

Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, mengapresiasi inovasi berbasis komunitas seni dan pariwisata ini. Menurutnya, festival berbasis kebudayaan menjadi strategi ampuh untuk memperluas promosi pariwisata daerah.

 

“Festival ini memperkuat identitas Pacitan sebagai daerah kreatif yang terbuka terhadap perkembangan industri budaya dan pariwisata. Pemerintah daerah sangat mengapresiasi kerja keras panitia Ruang Film Pacitan,” ungkap Indrata di sela pembukaan festival.

 

 

Salah satu daya tarik wisata utama dalam festival tahun ini adalah program pemutaran film bertajuk “5 Layar Jejak Mbah Sayem”. Konsep ini mengajak penonton menyusuri berbagai sudut kota dan ruang publik layaknya sebuah tur budaya.

 

Layar pemutaran disebar di lokasi strategis, mulai dari kawasan ikonik Alun-alun Pacitan, Gedung Karya Dharma, Gedung Gasibu Swadaya, hingga Pasar Sawo. Integrasi antara narasi sejarah kawasan pra-sejarah Song Terus dan legenda Mbah Sayem memberikan pengalaman wisata edukatif dan spiritual yang artistik bagi pengunjung.

 

Sineas senior Indonesia, Garin Nugroho, menilai kolaborasi antara cerita rakyat lokal dan destinasi wisata memberikan nilai tambah yang kuat bagi wisatawan.

 

“Tema ini tidak hanya mewakili unsur supranatural, tetapi membuka ruang eksplorasi artistik. Cerita rakyat, sejarah lokal, dan mitologi yang hidup di masyarakat Pacitan menjadi daya tarik budaya yang sangat potensial jika dikemas dalam medium sinema,” terang Garin.

 

 

Tak hanya menyajikan pemutaran lebih dari 75 film horor karya sineas nasional dan lokal, FFH 2026 juga menghadirkan beragam atraksi wisata pendukung. Pengunjung disuguhi Pasar Hantu, Creative Pop Up Market, galeri budaya, hingga pertunjukan seni daerah.

 

Kehadiran stan kuliner dan suvenir lokal menjadi magnet tersendiri bagi para pelancong yang ingin menikmati pengalaman wisata kuliner khas Pacitan di malam hari. Aktivitas ini terbukti meningkatkan kunjungan wisatawan dan mendorong perputaran ekonomi para pelaku usaha di sekitar destinasi acara.

 

Antusiasme juga dirasakan oleh generasi muda yang memadati ruang apresiasi. Rogo Setyo Rahayu, salah satu pelajar SMPN 1 Ngadirejo, menyampaikan kekagumannya terhadap sajian karya yang ditampilkan selama festival.

 

“Film-film yang ditampilkan sangat keren, kreatif, serta luar biasa,” puji Rogo saat mengikuti sesi diskusi film.

 

 

 

Mendapat dukungan langsung dari Kementerian Ekonomi Kreatif, festival ini membuktikan bahwa sinergi antara dunia perfilman dan sektor pariwisata mampu melahirkan daya tarik wisata baru yang berdampak nyata bagi daerah.

Direktur Festival Film Horor 2026, Idham Nugrahadi, menyampaikan bahwa festival ini dirancang untuk memberikan pengalaman wisata yang utuh.

 

“Festival Film Horor Pacitan bukan hanya tentang menonton film horor, tetapi bagaimana masyarakat dan wisatawan dapat merasakan perjalanan budaya, kreativitas, dan pesona daerah dalam satu ruang bersama,” pungkas Idham.

 

Dengan kesuksesan gelaran tahun ini, Festival Film Horor Pacitan semakin memantapkan posisinya sebagai agenda wisata budaya tahunan yang siap menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara di masa mendatang. (ivan)