Sebagai langkah penanganan cepat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengoptimalkan penanganan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Penaburan bahan semai ini diprioritaskan pada wilayah pegunungan yang mengalami ancaman kebakaran serius.
"OMC sudah kami lakukan dengan menyasar wilayah operasi meliputi kawasan Gunung Ijen, Arjuno-Welirang, Gunung Butak, serta kawasan pegunungan lainnya yang menjadi perhatian dalam upaya penanganan karhutla di Jawa Timur,” kata Khofifah.
Selain OMC, Pemprov Jatim berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menerjunkan armada udara berupa helikopter pemadam (water bombing) serta drone water spray. Langkah ini diambil guna menjangkau titik-titik api yang sulit diakses melalui jalur darat akibat kondisi medan ekstrem dan angin kencang.
Di samping langkah teknis dan operasional di lapangan, Pemprov Jatim juga menempuh upaya spiritual dalam menghadapi musim kemarau panjang ini. Gubernur Khofifah menerbitkan Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Timur Nomor 400.8.1/37860/011.2/2026 tentang Imbauan Pelaksanaan Salat Istisqa untuk memohon turunnya hujan di kawasan terdampak.
“Berbagai langkah ikhtiar itu semua adalah bagian dari upaya terpadu Pemprov Jatim untuk memperkuat penanganan karhutla, semoga ikhtiar ini membuahkan hasil,” tambahnya.