11.449 Hektare Lahan di Jatim Terbakar, Pemprov dan BNPB Perkuat Mitigasi Karhutla

wisata | 26 Oktober 2026 18:35

11.449 Hektare Lahan di Jatim Terbakar, Pemprov dan BNPB Perkuat Mitigasi Karhutla
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menijau pemadaman kabakaran di kawasan TPA Supit Urang dengan mengguanakan water bombing. (dok kompas)

SURABAYA, PustakaJC.co - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Jawa Timur sepanjang tahun 2026 telah berdampak signifikan pada wilayah pegunungan dan kawasan konservasi. Berdasarkan data sebaran karhutla, tercatat 184 kejadian kebakaran yang melanda 26 kabupaten di Jawa Timur dengan total luas area terbakar mencapai 11.449 hektare.

 

Beberapa titik lokasi kebakaran berada di wilayah pegunungan strategis, antara lain Taman Baluran, Gunung Raung, Gunung Argopuro, Gunung Bromo, Gunung Arjuno-Welirang, Gunung Semeru, Gunung Butak, hingga Gunung Ijen. Dilansir dari kompas.com, Senin, (26/10/2026).

 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya langkah antisipasi berkelanjutan. Menurutnya, penanganan karhutla tidak boleh sekadar berfokus pada pemadaman saat api membesar, tetapi harus disertai perencanaan jangka panjang di kawasan rawan bencana.

 

“Tahun ini karhutla terjadi di Taman Baluran, Gunung Raung, Gunung Argopuro, Gunung Bromo, dan Gunung Arjuno, maka kami lakukan perencanaan jangka panjang untuk mitigasi bencana ini,” ujar Khofifah di Surabaya.

 

 

 

Sebagai langkah penanganan cepat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengoptimalkan penanganan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Penaburan bahan semai ini diprioritaskan pada wilayah pegunungan yang mengalami ancaman kebakaran serius.

 

"OMC sudah kami lakukan dengan menyasar wilayah operasi meliputi kawasan Gunung Ijen, Arjuno-Welirang, Gunung Butak, serta kawasan pegunungan lainnya yang menjadi perhatian dalam upaya penanganan karhutla di Jawa Timur,” kata Khofifah.

 

Selain OMC, Pemprov Jatim berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menerjunkan armada udara berupa helikopter pemadam (water bombing) serta drone water spray. Langkah ini diambil guna menjangkau titik-titik api yang sulit diakses melalui jalur darat akibat kondisi medan ekstrem dan angin kencang.

 

Di samping langkah teknis dan operasional di lapangan, Pemprov Jatim juga menempuh upaya spiritual dalam menghadapi musim kemarau panjang ini. Gubernur Khofifah menerbitkan Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Timur Nomor 400.8.1/37860/011.2/2026 tentang Imbauan Pelaksanaan Salat Istisqa untuk memohon turunnya hujan di kawasan terdampak.

 

“Berbagai langkah ikhtiar itu semua adalah bagian dari upaya terpadu Pemprov Jatim untuk memperkuat penanganan karhutla, semoga ikhtiar ini membuahkan hasil,” tambahnya.

 

 

 

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan komitmen BNPB untuk memberikan dukungan penuh kepada Pemprov Jawa Timur, baik melalui bantuan sarana dan prasarana maupun penambahan personel pemadam di lapangan.

Kristomei juga mengingatkan seluruh lapisan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan yang berisiko memicu kebakaran hebat serta mengancam

 

keselamatan para petugas pemadam.

“Kita satukan langkah untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi karhutla, sekaligus meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan,” tegas Kristomei.

 

Ia menambahkan, “Jangan ada pembakaran lagi karena dampaknya merugikan kita semua. Banyak dampak negatif yang kita rasakan, sementara saudara-saudara kita juga berupaya memadamkan api.”

 

Melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, instansi teknis, aparat keamanan, dan peran aktif masyarakat, diharapkan eskalasi karhutla di Jawa Timur dapat ditekan secara optimal selama musim kemarau berlangsung. (ivan)