SURABAYA, PustakaJC.co – Jumlah kecelakaan kereta api di perlintasan sebidang wilayah Jawa Timur mengalami penurunan sepanjang 2026. Hingga awal November, Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya mencatat sebanyak 22 kejadian temperan, lebih rendah dibandingkan 34 kejadian pada 2025 dan 57 kejadian pada 2024.
Kepala BTP Kelas I Surabaya Ferdian Suryo Adhi Pramono mengatakan, penurunan tersebut tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dinas perhubungan kabupaten dan kota, hingga PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7, 8, dan 9. Dilansir dari jawapos.com, Rabu, (4/11/2026).
“Secara umum hasil dari kolaborasi kami bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dishub kabupaten dan kota, serta rekan-rekan operator PT KAI Daop 7, 8, dan 9, (kecelakaan di perlintasan sebidang) tercatat turun. Kami selalu berharap jumlahnya bisa terus ditekan,” kata Ferdian kepada JawaPos.com, Rabu (4/11).
Meski mengalami penurunan, angka kecelakaan di perlintasan sebidang masih menjadi perhatian. Sepanjang 2026, tercatat sebanyak 25 korban akibat temperan kereta api di perlintasan sebidang di Jawa Timur.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 orang meninggal dunia, empat orang mengalami luka berat, dan sembilan orang luka ringan.
Angka itu lebih rendah dibandingkan 2025 yang mencatat 42 korban, terdiri atas 21 orang meninggal dunia, delapan orang luka berat, dan 13 orang luka ringan.
Sementara pada 2024, jumlah korban mencapai 56 orang. Sebanyak 19 orang meninggal dunia, 13 orang mengalami luka berat, dan 24 orang luka ringan.
Ferdian mengakui, kondisi tersebut masih jauh dari target zero accident atau nihil kecelakaan yang diharapkan. Karena itu, peningkatan kedisiplinan pengguna jalan menjadi salah satu faktor penting dalam menekan angka kecelakaan.
Dia mengingatkan masyarakat agar selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan aturan saat melintasi perlintasan sebidang. Berdasarkan evaluasi di lapangan, insiden kecelakaan hampir selalu dipicu oleh pelanggaran lalu lintas.
“Kecelakaan hampir selalu terjadi karena adanya pelanggaran dan hampir seluruhnya berakibat fatal,” tegasnya.
Menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan perlintasan sebidang, BTP Kelas I Surabaya berkomitmen memperkuat upaya keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.
Bersama jajaran PT KAI di berbagai daerah operasi, BTP Kelas I Surabaya telah merancang program penanganan perlintasan sebidang secara komprehensif.
Ferdian menyebut, program tersebut akan mulai dilaksanakan pada 2027 dengan cakupan wilayah Jawa Timur dari ujung barat hingga ujung timur.
“Pada 2027 nanti, kami akan mulai melakukan penanganan di perlintasan sebidang di Jawa Timur, mulai dari ujung barat hingga ujung timur. Tentunya berkolaborasi dengan rekan-rekan PT KAI di seluruh Daop,” ucap Ferdian.
Penanganan tersebut diharapkan dapat memperkuat aspek keselamatan di perlintasan sebidang sekaligus menekan potensi kecelakaan yang melibatkan kereta api dan pengguna jalan.
Dengan sinergi lintas sektor serta peningkatan kesadaran masyarakat, upaya menuju keselamatan perjalanan kereta api di Jawa Timur diharapkan semakin optimal. (ivan)