Menurut Fikser, keberadaan TPS Taman Ketampon memiliki sejumlah persoalan. Selain berada di tepi jalan dan dalam kondisi terbuka, lokasi tersebut juga rentan menjadi tempat pembuangan sampah liar.
Untuk itu, DLH Surabaya mulai menyiapkan pemindahan aktivitas pembuangan sampah ke sejumlah TPS lain. Langkah tersebut dilakukan dengan terlebih dahulu berkoordinasi bersama para penggeledek yang selama ini memanfaatkan fasilitas tersebut.
TPS Taman Ketampon diketahui melayani kebutuhan sampah warga di dua kelurahan, yakni Darmo dan Dr. Soetomo. Total terdapat 16 RW dan 20 penggeledek yang menggunakan fasilitas tersebut.
“Kami sudah bertemu, diskusi, kita sepakati bersama nanti akan kita pindah ke beberapa TPS. Nah, dengan pindahnya penggeledek ke beberapa TPS, nanti TPS ini kita tutup dan kemudian kita buat taman,” tuturnya.
Setelah aktivitas penampungan sampah dipindahkan, DLH Surabaya akan memulai penataan kawasan menjadi taman. Penataan juga mencakup perantingan sejumlah pohon di sekitar lokasi untuk memperbaiki kondisi lingkungan.
Fikser menilai, suasana di kawasan tersebut selama ini cenderung gelap sehingga perlu dilakukan penataan vegetasi agar lebih terbuka dan nyaman.
“Nanti TPS ini setelah kita tutup, kita akan bikin taman. Kita juga melakukan perantingan beberapa pohon, sebab suasana di sini agak gelap dan seram, maka kita akan rapikan,” katanya.