Mi Ongklok Longkrang Jadi Kuliner Favorit Wisatawan di Wonosobo

wisata | 06 November 2026 19:15

Mi Ongklok Longkrang Jadi Kuliner Favorit Wisatawan di Wonosobo
Mi Ongklok Longkrang, makanan khas Wonosobo, Jawa Tengah. (dok kompas)

WONOSOBO, PustakaJC.co – Mi ongklok menjadi salah satu kuliner khas yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Hidangan berbahan dasar mi kuning dengan kuah kental bercita rasa gurih dan manis ini menjadi pilihan wisatawan untuk menikmati kekayaan kuliner di daerah yang dikenal sebagai Negeri di Atas Awan tersebut.

 

Salah satu tempat yang cukup dikenal pencinta kuliner adalah Mi Ongklok Longkrang di Jalan Pasukan Ronggolawe Nomor 14, Wonosobo. Kedai ini menjadi salah satu tujuan wisata kuliner bagi pengunjung yang ingin mencicipi mi ongklok dengan cita rasa khas. Dilansir dari kompas.com, Jumat, (6/11/2026).

 

Keunikan mi ongklok terletak pada kuahnya yang kental dan berwarna kecokelatan. Tekstur tersebut berasal dari penggunaan tepung kanji, sedangkan gula jawa memberikan warna sekaligus sentuhan rasa manis pada kuah.

 

Perpaduan bumbu dan ebi turut menghasilkan cita rasa gurih yang menjadi karakteristik hidangan ini. Di dalam semangkuk mi ongklok terdapat mi kuning, irisan kol, serta daun kucai yang dimasak menggunakan teknik khusus.

 

Nama ongklok sendiri merujuk pada proses memasaknya. Bahan-bahan mi dicelupkan berulang kali ke dalam air panas menggunakan alat khusus sebelum disajikan bersama kuah kental.

 

Hidangan tersebut umumnya disantap dalam kondisi panas. Perpaduan kuah yang gurih dan manis menjadikannya cocok dinikmati, terutama ketika suhu udara Wonosobo sedang dingin.

 

 

Tidak hanya mi ongklok, pengunjung juga dapat menikmati sejumlah makanan pendamping. Sate sapi menjadi salah satu pilihan yang banyak disandingkan dengan hidangan tersebut.

 

Di Mi Ongklok Longkrang, satu porsi sate sapi berisi 10 tusuk dengan siraman bumbu kacang dibanderol Rp34.000. Sementara itu, semangkuk mi ongklok dijual dengan harga Rp14.000.

 

Selain sate, tersedia pula tempe kemul dan geblek yang menjadi pelengkap kuliner khas Wonosobo. Tempe kemul merupakan olahan tempe berbalut tepung yang digoreng, sedangkan geblek adalah makanan berbahan dasar tepung tapioka dengan tekstur kenyal yang sekilas menyerupai cireng.

 

Kedua gorengan tersebut disajikan di meja dan dapat dinikmati pengunjung tanpa harus memesan terlebih dahulu. Pembayaran dilakukan berdasarkan jumlah gorengan yang dikonsumsi, dengan harga Rp1.500 per potong.

 

 

Keberadaan Mi Ongklok Longkrang menambah pilihan wisata kuliner bagi pengunjung yang datang ke Wonosobo. Lokasinya yang tidak jauh dari kawasan Alun-Alun Wonosobo juga membuat kedai ini relatif mudah dijangkau wisatawan.

 

 

 

 

Mi ongklok bukan sekadar sajian pengganjal perut, melainkan bagian dari identitas kuliner lokal yang menawarkan perpaduan rasa dan tradisi memasak khas masyarakat Wonosobo. (ivan)