Jemaah Haji Diminta Waspada Gejala Sakit Usai Tiba di Tanah Air

bumi pesantren | 16 Juni 2025 06:04

Jemaah Haji Diminta Waspada Gejala Sakit Usai Tiba di Tanah Air
Kepala Bidang Kesehatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Makkah dr. M. Imran. (dok kemenag)

MAKKAH, PustakaJC.co - Lebih dari 23.000 jemaah haji telah kembali ke Indonesia sejak kepulangan perdana pada 11 Juni 2025. Petugas Kesehatan Haji mengimbau agar para jemaah yang merasa kurang sehat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

 

“Kalau ada gejala sakit seperti demam, batuk, sesak napas, kami anjurkan segera ke rumah sakit atau puskesmas,” ujar dr. M. Imran, Kepala Bidang Kesehatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daker Makkah dalam konferensi pers, dikutip dari kemenag.go.id, Senin, (16/6/2025).

 

Imran menekankan pentingnya menyampaikan riwayat perjalanan haji saat periksa. Jika gejala muncul dalam 14 hari sejak tiba di Tanah Air, jemaah harus waspada.

“Ini penting agar dokter bisa memberikan penanganan yang tepat,” imbuhnya. Ia juga mengingatkan, kesehatan menjadi bekal utama untuk berkumpul kembali bersama keluarga.

 

 

Hingga kini, sebagian jemaah masih berada di Makkah dan Madinah. Mereka menghadapi suhu ekstrem, mencapai 45-47°C, saat puncak musim panas.

 

“Jangan paksakan diri beribadah di tengah panas menyengat. Istirahat cukup di hotel dan hindari keluar antara pukul 10.00–16.00 WAS,” kata Imran.

Berikut imbauan penting dari PPIH untuk menjaga kesehatan jemaah:

 

1.Cukup istirahat, hindari umrah sunnah berulang dan aktivitas fisik berat.

 

 

2.Gunakan payung, bawa air minum, dan semprot wajah jika harus keluar.

 

 

3.Pakai masker untuk cegah penularan ISPA.

 

 

4.Jemaah komorbid disarankan beribadah di hotel: tadarus, zikir, dan sedekah.

 

 

5.Lansia wajib didampingi dan cek kesehatan minimal seminggu sekali.

 

 

Data Kesehatan Jemaah hingga Hari ke-44:

 

•72.100 jemaah sudah menerima layanan kesehatan di kloter.

 

•Penyakit terbanyak: ISPA, hipertensi, diabetes, dan komplikasi.

 

•238 orang dirawat inap di RS Arab Saudi, terutama karena pneumonia, diabetes, dan jantung koroner.

 

•275 jemaah wafat, lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.

 

 

“Kami doakan semoga semua jemaah tetap sehat, baik yang masih di tanah suci maupun yang sudah kembali ke Indonesia,” tutup dr. Imran.

 

Ia berharap kemabruran haji membawa perubahan positif: masyarakat yang madani, beriman, dan bertakwa. (ivan)