Kalender Hijriah Bukan Rekayasa Islam Ini Asal Mulanya

bumi pesantren | 30 Juni 2025 08:20

Lalu pada masa musim dingin, muncul nama Jumadal Ula dan Jumadal Akhirah, dari kata jamada yang berarti beku atau kering. Saat itu, air membeku dan aktivitas melambat karena kondisi alam yang keras.

Masuk ke bulan Rajab, masyarakat Arab Jahiliah menghentikan segala bentuk konflik. Bulan ini dijadikan waktu untuk menahan diri, menghormati kesepakatan damai antar suku, dan menghindari perang. Bulan berikutnya, Sya’ban, berarti berpencar—karena suku-suku kembali bergerak mencari penghidupan setelah menahan diri di Rajab.

Ramadhan, yang sangat dikenal umat Islam saat ini, berasal dari akar kata ramadha yang berarti panas membakar. Ini menggambarkan suhu ekstrem gurun di masa itu. Islam kemudian memberi makna baru pada bulan ini sebagai momen membakar dosa dengan berpuasa.