SURABAYA, PuetakaJC.co – Hong Kong resmi menyandang gelar “Most Promising Muslim-friendly Destination of the Year” dalam laporan Global Muslim Travel Index (GMTI) 2025. Pencapaian ini memperkuat posisinya sebagai destinasi ramah, aman, dan terjangkau bagi wisatawan Muslim dunia, termasuk dari Indonesia.
Dalam rilis GMTI yang dirilis CrescentRating dan Mastercard, Hong Kong naik ke peringkat 3 destinasi non-OIC (negara di luar Organisasi Kerja Sama Islam), dan meraih peringkat 1 dalam kategori baru “Muslim-friendly Accessible Travel Destination (Non-OIC)”. Dilansir dari jatimpos.co, Jumat, (11/7/2025).
“Penghargaan ini mencerminkan komitmen kuat Hong Kong untuk menghadirkan wisata yang inklusif dan nyaman, termasuk bagi wisatawan Muslim perempuan dan penyandang disabilitas,” ujar Liew Chian Jia, Regional Director Southeast Asia, Hong Kong Tourism Board (HKTB), dalam konferensi pers regional.
Tak hanya itu, kunjungan wisatawan Indonesia ke Hong Kong melonjak 45,2% di kuartal pertama 2025, dengan durasi tinggal meningkat 42,2%, menandakan tingginya minat terhadap pengalaman ramah Muslim di kota ini.
Hong Kong kini memiliki 193 restoran halal dan 61 hotel bersertifikasi CrescentRating, menyediakan fasilitas seperti penunjuk kiblat, sajadah, dan menu halal.
Beberapa nama unggulan:
•Kowloon Shangri-La dan The Mira Hong Kong: Raih predikat Muslim-friendly Hotel of the Year.
•Ngong Ping 360: Destinasi ramah Muslim terbaik.
•Ocean Park dan Disneyland Hong Kong: Tersedia makanan halal, mushola, dan ruang tenang.
Dalam bidang kuliner, Chinesology menjadi fine dining halal pertama dengan sajian mewah khas Tionghoa. Sementara itu, Islam Food, berdiri sejak 1950, tetap jadi ikon makanan halal legendaris. Kee Wah Bakery kini juga menyediakan kue halal di 70 cabangnya sejak 1 April 2025.
Fazal Bahardeen, CEO CrescentRating & HalalTrip menambahkan, “Hong Kong terus jadi contoh sukses bagaimana destinasi non-OIC bisa bertransformasi jadi kota yang ramah Muslim, tanpa meninggalkan identitasnya.”
HKTB juga menggalakkan kampanye “Jelajah Hong Kong” yang menampilkan konten wisata ramah Muslim agar memudahkan wisatawan dalam merancang perjalanan.
“Minat masyarakat terhadap wisata halal sangat tinggi. Melalui program ini, kami ingin memperkuat koneksi emosional antara wisatawan Asia Tenggara dengan Hong Kong,” kata Liew Chian Jia.
Wisatawan dari Indonesia kini dapat mengeksplor hotel, restoran, dan atraksi ramah Muslim lewat laman resmi: discoverhongkong.com/id/explore/muslim-travel.html
Dengan peningkatan fasilitas, penghargaan internasional, dan lonjakan wisatawan, Hong Kong bukan hanya destinasi impian, tapi model pariwisata inklusif global yang mengedepankan kenyamanan dan keberagaman. (ivan)