Menag Buka Wacana Haji Jalur Laut, Lebih Murah dan Ramah Jemaah?

bumi pesantren | 15 Juli 2025 05:46

Menag Buka Wacana Haji Jalur Laut, Lebih Murah dan Ramah Jemaah?
Menag Nasaruddin Umar. (dok setkab)

JAKARTA, PustakaJC.co – Pemerintah Indonesia tengah menjajaki kemungkinan baru untuk perjalanan ibadah haji dan umrah: melalui jalur laut. Ide ini disampaikan langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar setelah berdiskusi dengan otoritas Arab Saudi.

 

“Kami kira sangat prospektif memperkenalkan umrah dan haji melalui kapal laut,” ujar Menag saat peluncuran SGIE Report 2024/2025 di Jakarta, dikutip dari surabayapagi.com, Selasa, (15/7/2025).

Menurut Menag, moda transportasi laut dapat menjadi opsi alternatif yang lebih terjangkau dan inklusif, terutama bagi masyarakat dari kawasan Asia seperti Indonesia.

“Kalau memang itu persyaratannya terpenuhi, peluangnya sudah dibangun sekarang. Itu terbuka,” imbuhnya.

Ia juga menyebut pendekatan Arab Saudi kini lebih terbuka terhadap investasi strategis dan inovasi layanan haji, termasuk pemanfaatan potensi geografisnya sebagai poros ibadah dunia.

“Saudi Arabia sekarang pendekatannya sangat bisnis, dengan konsultan dari Amerika. Ini betul-betul memanfaatkan potensi geografis mereka,” jelas Nasaruddin.

Namun, wacana ini memantik tanggapan dari kalangan legislatif. Wakil Ketua Umum PKB, Cucun Syamsurijal, meminta pemerintah menimbang secara matang.

 

“Jangan Cuma dilihat dari murahnya, kita harus lihat mudarat dan maslahatnya,” kata Cucun saat ditemui di Jakarta Selatan, Minggu, (13/7/2025).

Ia mencontohkan kondisi jemaah lanjut usia yang sering kelelahan bahkan meninggal dunia meski hanya menempuh perjalanan udara selama sembilan jam.

“Kalau pakai laut seminggu, terus lelah di sana... kita harus lihat kemudaratannya,” tegasnya.

Cucun juga menyinggung pentingnya finalisasi RUU Haji dan Umrah yang saat ini masih dibahas di DPR. Targetnya rampung sebelum Agustus 2025 agar bisa menyesuaikan dengan siklus ibadah dan struktur baru penyelenggaraan haji.

“Kalau pakai lembaga baru, struktur baru BPH, harusnya sebelum Agustus sudah selesai,” pesan Wakil Ketua Umum PKB itu.

Gagasan haji jalur laut membuka peluang besar untuk perluasan akses ibadah dan pengembangan industri halal, namun tetap membutuhkan perencanaan menyeluruh. Aspek kenyamanan, keselamatan, dan kesiapan infrastruktur harus menjadi pertimbangan utama agar inovasi ini benar-benar membawa manfaat, bukan mudarat. (ivan)