Menurutnya, KH Imam Aziz bukan hanya seorang ulama, tetapi juga seorang pemikir dan aktivis yang mewariskan nilai-nilai keberpihakan terhadap umat lemah. Ia mendorong santri agar meneruskan perjuangan Kiai Imam melalui ilmu dan pengabdian.
“Kiai Imam adalah figur aktivis NU yang telaten merawat umat akar rumput. Ilmu, ketulusan, dan komitmennya terhadap maslahat umat adalah warisan yang harus dijaga,” ujar Gus Yahya menegaskan.
KH Imam Aziz semasa hidup dikenal sebagai pendiri Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKiS) Yogyakarta. Ia juga menggagas sejumlah inisiatif penting di lingkungan NU seperti Mubes Warga NU (2004) dan Syarikat—gerakan santri untuk advokasi rakyat. Dalam dunia ke-NU-an, ia berperan sebagai ketua pelaksana Muktamar ke-33 NU di Jombang (2015) dan Muktamar ke-34 NU di Lampung (2021).