Blissful Mawlid 2025, Kemenag Hadirkan Penghargaan, Bantuan, hingga Festival Budaya

bumi pesantren | 23 Agustus 2025 07:20

Blissful Mawlid 2025, Kemenag Hadirkan Penghargaan, Bantuan, hingga Festival Budaya
Konpers Blissful Mawlid 2025. (dok kemenag)

JAKARTA, PustakaJC.co - Kementerian Agama (Kemenag) menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan rangkaian acara Blissful Mawlid 2025. Dari funwalk, nikah massal, penghargaan bagi penyuluh, hingga festival budaya, semuanya dikemas untuk menghadirkan manfaat nyata bagi umat.

Rangkaian Blissful Mawlid 2025 berlangsung sejak 23 Agustus hingga 2 Oktober 2025 di berbagai kota. Tidak hanya berisi perayaan, Kemenag menekankan semangat keberdayaan umat melalui penghargaan, bantuan, dan kegiatan inklusif. Dilansir dari kemenag.go.id, Sabtu, (23/8/2025).

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa peringatan Maulid tahun ini berbeda karena menampilkan wajah agama yang ramah dan bermanfaat.

“Ajang ini digelar untuk memberi penghargaan sekaligus motivasi kepada penyuluh agama Islam. Selain itu, kami ingin menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Abu dalam Konferensi Pers Blissful Mawlid di Jakarta, Jumat, (22/8/2025).

Beberapa agenda utama antara lain:

•Mawlid Funwalk di Jakarta, 24 Agustus 2025, menargetkan 1.000 peserta.

•Penais Award (23–26 Agustus) untuk 90 penyuluh dan 250 pendamping daerah.

•MHQ Internasional Disabilitas Netra (31 Agustus–3 September), diikuti 250 peserta dari 25 negara.

•Nikah Fest untuk 100 pasangan prasejahtera di Masjid Istiqlal pada 4 September.

Peringatan Maulid Tingkat Kenegaraan di Masjid Istiqlal, 4 September malam, dengan tema Ekoteologi: Keteladanan Nabi Muhammad SAW untuk Kelestarian Bumi dan Negeri.

Bincang Syariah Goes to Campus di UI, UIN Sunan Kalijaga, dan UIN Alauddin sepanjang September.

Zakat Wakaf Funwalk di Jakarta, 21 September, menargetkan 500–1.000 peserta. Sakinah Funwalk & GAS Nikah di Semarang, 28 September, menghadirkan Habib Jafar dan Woro Widowati.

Festival MADADA di Masjid Istiqlal, 29–30 September, menampilkan karya masjid berdaya serta bantuan Qardh Hasan.

Ngaji Budaya: Haflah Maulid al-Rasul di UIN Walisongo Semarang, 2 Oktober, menutup rangkaian acara dengan refleksi budaya dan seni.

Abu menambahkan, “Blissful Mawlid tahun ini adalah ruang dialektika antara agama, budaya, dan identitas kebangsaan. Kami ingin peringatan Maulid tidak hanya ritual, tetapi juga menghadirkan maslahat bagi umat.”

Melalui Blissful Mawlid 2025, Kemenag tidak sekadar merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menguatkan peran agama sebagai sumber kedamaian, inklusivitas, dan keberdayaan umat. (ivan)