Kemenag Dorong Guru Pesantren Kuasai AI untuk Perkuat Mutu Pembelajaran

bumi pesantren | 12 Januari 2026 13:59

Kemenag Dorong Guru Pesantren Kuasai AI untuk Perkuat Mutu Pembelajaran
Ilustrasi Best School of The Batch 1 Al Teaching Power Program. (dok kemenag)

JAKARTA, PustakaJC.co – Kementerian Agama (Kemenag) terus mendorong transformasi digital di lingkungan pesantren dengan membekali para guru kompetensi pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Upaya ini dilakukan melalui program AI Teaching Power hasil kolaborasi Kemenag, Microsoft, dan NU Care Global.

 

Direktur Pesantren Kemenag, Basnang Said, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi di pesantren tidak dimaknai sebagai sekadar modernisasi alat, melainkan sebagai strategi penguatan kualitas pendidikan yang tetap berpijak pada nilai-nilai kepesantrenan. Dilansir dari kemenag.go.id, Senin, (12/1/2026).

 

“Teknologi, termasuk AI, harus menjadi instrumen peningkatan mutu pembelajaran. Bukan menggantikan peran guru, tetapi memperluas daya jangkau, kreativitas, dan efektivitas pengajaran di pesantren,” ujar Basnang di Jakarta, Sabtu, (10/1/2026).

 

 

 

Ia menambahkan, penguatan literasi digital di pesantren harus sejalan dengan visi pendidikan keagamaan yang beradab, aman, serta berpihak pada perlindungan santri. Menurutnya, guru pesantren perlu dibekali kemampuan menyusun materi, metode ajar, hingga evaluasi pembelajaran berbasis teknologi secara bertanggung jawab.

 

Program AI Teaching Power digelar dalam beberapa angkatan. Pada angkatan pertama, Januarianto Putra dari Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Koba, Bangka Belitung, terpilih sebagai Best Teacher berdasarkan keaktifan, kreativitas penerapan pembelajaran, hasil wawancara, dan capaian pembelajaran.

 

Sementara itu, predikat Best School diberikan kepada Pondok Pesantren Al-Muayyad Surakarta, yang dinilai unggul dari sisi partisipasi kelembagaan, konsistensi keterlibatan guru, serta dampak pelatihan terhadap praktik pembelajaran di pesantren.

 

Peserta terbaik menerima piagam penghargaan, merchandise, dan voucher belanja untuk menunjang kebutuhan pembelajaran digital. Adapun pesantren terbaik mendapatkan tambahan dukungan berupa satu unit laptop guna memperkuat ekosistem pembelajaran berbasis teknologi. (ivan)