KH Idris Hamid Nilai Filosofi Petani Relevan Menata Kehidupan Umat

bumi pesantren | 18 Januari 2026 09:56

KH Idris Hamid Nilai Filosofi Petani Relevan Menata Kehidupan Umat
KH Idris Hamid, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Kota Pasuruan. (dok nuonline)

 

 

PASURUAN, PustakaJC.co – Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Idris Hamid menilai filosofi hidup para petani sangat relevan untuk dijadikan teladan umat Islam dalam menata kehidupan, khususnya dalam memperkuat iman dan memperbanyak amal kebaikan.

 

Hal itu disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Kota Pasuruan tersebut saat mengisi pengajian Ngaji Ihya Ulumuddin di lingkungan pesantren setempat, Minggu, (18/1/2026), sebagaimana dikutip NU Online Jatim.

 

Dalam penjelasannya, KH Idris Hamid mengibaratkan kehidupan manusia seperti ladang pertanian. Hati dianalogikan sebagai tanah, iman sebagai benih, sedangkan amal merupakan proses merawat tanaman hingga masa panen tiba. Dilansir dari nuonline.co.id, Minggu, (18/1/2026).

 

“Hati ini seperti tanah, iman seperti biji-bijian. Jika benihnya baik, maka hasilnya juga baik. Namun jika benihnya buruk, panennya pun tidak akan baik,” tutur KH Idris Hamid.

 

 

 

Ia menegaskan bahwa hukum sebab-akibat selalu berlaku dalam kehidupan manusia. Segala perbuatan yang dilakukan selama hidup di dunia akan menentukan hasil yang diperoleh di akhirat kelak.

 

“Filosofi hidup itu seperti bertani. Jika sebabnya baik, akibatnya baik. Jika sebabnya buruk, akibatnya juga buruk,” ujarnya.

 

Menurut KH Idris Hamid, seorang petani tidak mungkin berharap mendapatkan hasil panen yang baik jika sejak awal menanam benih yang rusak dan enggan merawat tanamannya. Prinsip tersebut, kata dia, juga berlaku dalam kehidupan umat manusia.

 

 

 

Ia menambahkan, seseorang tidak akan meraih kebahagiaan di akhirat apabila selama hidup di dunia gemar melakukan kemaksiatan dan mengabaikan amal kebaikan. Karena itu, umat Islam diajak untuk terus memperbaiki kualitas iman dan amalnya.

 

“Mari kita lakukan yang baik-baik di dunia, agar panen kita di akhirat juga baik,” tegasnya. (ivan)