Lesbumi PBNU Dorong Muktamar Kebudayaan Jadi Agenda Strategis Jangka Panjang

bumi pesantren | 15 Juni 2026 13:43

Lesbumi PBNU Dorong Muktamar Kebudayaan Jadi Agenda Strategis Jangka Panjang
Penyerahan cinderamata kepada Unwaha pada penutupan Muktamar Kebudayaan Indonesia 2026 dan Rakornas VII Lesbumi PBNU, Ahad (14/6/2026).

JOMBANG, PustakaJC.co – Muktamar Kebudayaan Indonesia 2026 dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) VII Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi ditutup pada Ahad (14/6/2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, sejak 12 hingga 14 Juni 2026, dipusatkan di Universitas KH A Wahab Hasbullah (Unwaha), Jombang.

Ketua Lesbumi PBNU, Kiai M Jadul Maula, berharap penyelenggaraan Muktamar Kebudayaan Indonesia yang pertama ini dapat menjadi warisan berharga sekaligus agenda berkelanjutan bagi generasi Lesbumi pada masa mendatang.

Menurutnya, keberlanjutan forum kebudayaan tersebut penting sebagai ruang untuk merawat, mengembangkan, dan memperkuat peran kebudayaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Harapan kami, kegiatan ini juga menjadi legasi agar nanti generasi Lesbumi selanjutnya masih terus menyelenggarakan Muktamar Kebudayaan Indonesia,” ujarnya saat memberikan sambutan penutupan.

Kiai Jadul menjelaskan bahwa Muktamar Kebudayaan Indonesia dan Rakornas VII Lesbumi PBNU menjadi ruang refleksi bersama bagi para pelaku seni dan budaya untuk membahas berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurutnya, seni memiliki fungsi penting sebagai medium untuk menyuarakan aspirasi, kegelisahan, dan pengalaman sosial yang belum selalu mampu diungkapkan melalui bahasa formal.

“Tugas seni adalah menyuarakan ekspresi masyarakat, juga membahasakan apa yang dirasakan oleh masyarakat yang belum ditemukan bahasanya,” katanya.