SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Haul Almaghfurlah KH Abdul Wahab Turcham ke-31 sekaligus haul para masyayikh Yayasan Khadijah. Kegiatan bertema Merawat Sanad Ilmu, Menjaga Warisan Guru itu digelar di Islamic Center Surabaya, Minggu, (25/1/2026).
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Khotmil Qur’an sebanyak 380 kali, dilanjutkan tilawah Al-Qur’an Surat Yunus ayat 62–66 oleh Ustadz Ahmad Hasanain Haikal. Ia merupakan Juara I MTQ Antar Mahasiswa Nasional Universitas Brawijaya Malang 2024, Juara I MTQ Surabaya 2024, serta peserta MTQ tingkat internasional di Malaysia. Dilansir daro kominfojatim.go.id, Senin, (26/1/2026).
Acara kemudian diisi dengan testimoni para alumni Yayasan Khadijah. Guru Besar Universitas Airlangga sekaligus Direktur Pengembangan Karir, Kewirausahaan, dan Alumni Unair, Elly Munadziroh, mengenang KH Abdul Wahab Turcham sebagai sosok pendidik yang tenang, sabar, dan tawadhu.
“Beliau selalu menanamkan pendidikan karakter tentang kedisiplinan, dedikasi, dan integritas,” ujar Elly.
Hal senada disampaikan Nurul Hartini, Dosen Psikologi Profesi Fakultas Psikologi Unair. Menurutnya, KH Abdul Wahab Turcham merupakan pribadi yang menenangkan dan konsisten mengajarkan nilai-nilai akhlakul karimah kepada para muridnya.
Sementara itu, Anna Soraya, Konsultan Ahli Kementerian Kesehatan RI, menuturkan bahwa doa dan keberkahan KH Abdul Wahab Turcham menjadi kekuatan yang terus mengiringi langkah hidupnya.
“Dari Ustadz Wahab, saya mencatat tiga nilai utama: kemanfaatan, berbuat walau sekecil apa pun yang kita ketahui, dan nilai kebanggaan berupa pemberdayaan perempuan. Doa dan keberkahan beliau selalu menyertai kami, para muridnya, di mana pun berada,” jelas Anna.
Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim, dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa KH Abdul Wahab Turcham adalah sosok yang sabar, istiqamah, disiplin, ikhlas, serta konsisten menjalankan shalat malam. Ia mengajak seluruh hadirin untuk meneladani keteladanan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
KH Abdul Wahab Turcham dikenal sebagai pendiri Yayasan Khadijah Surabaya. Ulama dan pendidik kelahiran Peneleh, Surabaya, 5 Januari 1915 ini telah mewakafkan hidupnya untuk ilmu, dakwah, dan pembinaan generasi. Ketulusan serta kesederhanaannya dalam menanamkan nilai keimanan, akhlak, dan keikhlasan hingga kini tetap menjadi ruh perjuangan Yayasan Khadijah Surabaya. (ivan)