Megengan Masjid Al-Akbar Jadi Penanda Ramadhan, Khofifah Bagikan Apem ke Jamaah

bumi pesantren | 16 Februari 2026 09:01

Megengan Masjid Al-Akbar Jadi Penanda Ramadhan, Khofifah Bagikan Apem ke Jamaah
Khofifah bagikan apem saat tradisi megengan di Masjid Al-Akbar. (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membagikan ratusan apem kepada guru, murid, dan wali murid dalam tradisi megengan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Minggu, (15/2/2026).

 

Tradisi megengan yang menjadi kearifan lokal masyarakat Jawa menjelang Ramadhan itu berlangsung semarak dan penuh antusiasme. Selain pembagian apem sebagai simbol permohonan maaf dan harapan keberkahan, panitia juga menghadirkan gunungan buah-buahan yang diperebutkan jamaah diiringi lantunan selawat. Dilansir dari antaranews.com, Senin, (16/2/2026).

 

“Selamat memasuki Ramadhan, megengan yang diinisiasi pengelola Masjid Al-Akbar ini cukup semarak. Semoga kita bisa menjalani dengan khusyuk dan kita menang lahir dan batin tanpa puasa yang bolong,” ujar Khofifah saat menghadiri kegiatan tersebut.

 

 

Acara ini turut dihadiri pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta perwakilan Bank Jatim. Momentum megengan sekaligus menjadi pembuka rangkaian program Ramadhan bertajuk “Healing Ramadhan” yang digagas pengelola masjid.

 

Dalam kesempatan tersebut, gubernur juga meninjau Bazar Ramadhan serta meresmikan dua fasilitas baru, yakni Green Toilet VIP Difabel dan revitalisasi atau pengaspalan jalan di sisi timur dan utara kawasan masjid. Peresmian ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan jamaah, khususnya penyandang disabilitas.

 

Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Al-Akbar Surabaya, KH M Sudjak, mengatakan tradisi megengan menjadi penanda dimulainya rangkaian program Ramadhan sekaligus bentuk rasa syukur atas selesainya pembangunan fasilitas baru.

 

“Megengan ini menandai peluncuran program Ramadhan dan tasyakuran atas terselesaikannya toilet VIP difabel dan pengaspalan jalan di sisi timur dan utara,” ujarnya.

 

 

 

Ia menjelaskan, program “Healing Ramadhan” mencakup empat kategori utama, yakni ibadah, dakwah, program kreatif, dan program kuat raga. Program kreatif di antaranya menghadirkan Museum MAS Masa Lalu dan Masa Kini, sedangkan program kuat raga diwujudkan melalui kegiatan Marbot Soccer.

 

Selain itu, berbagai kegiatan ibadah juga telah disiapkan, seperti Majelis One Day One Khatam setiap bakda Asar, sholat tarawih berjamaah, ngaji ngabuburit, buka puasa bersama, tadarus Al-Qur’an bakda tarawih, hingga qiyamul lail pada 10 hari terakhir Ramadhan. Rangkaian kegiatan juga mencakup peringatan Nuzulul Quran dan Lailatul Qiro’ah.

 

Kegiatan sosial pun menjadi bagian penting dari program tersebut, antara lain donor darah serta program “MAS Berbagi” yang menyasar dhuafa, anak yatim, penyandang disabilitas, guru, dan marbot. Selain itu, akan digelar Liga Marbot Soccer dan Ngaji Bareng Bintang Bola di Mini Soccer MAS pada 2 hingga 8 Maret 2026.

 

Tradisi megengan ini tidak hanya menjadi simbol penyambutan Ramadhan, tetapi juga memperkuat kebersamaan, nilai spiritual, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. (ivan)