NU Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Penjaga Tradisi Ulama

bumi pesantren | 17 Maret 2026 17:52

NU Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Penjaga Tradisi Ulama
Ketua PWNU Jatim, KH Abdul Hakim Mahfudz. (dok nuonline)

 

 

 

 

SURABAYA, PustakaJC.co - Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz, menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) sejak awal berdirinya bukan hanya sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga menjadi wadah untuk menjaga tradisi warisan para ulama.

 

Hal itu disampaikan dalam acara buka puasa bersama Ramadan 1447 Hijriah di Aula KH M Hasyim Asy’ari, Gedung PWNU Jatim, Surabaya. Dilansir dari nu.or.id, Selasa, (17/3/2026):

 

“Tradisi ini harus terus dijaga, dilestarikan, dan dilanjutkan,” ujar tokoh yang akrab disapa Gus Kikin tersebut.

 

 

Ia menjelaskan, semangat silaturahim yang menjadi ruh NU memiliki dasar kuat dalam ajaran Islam. Umat, kata dia, diperintahkan untuk menjaga persatuan dan tidak terpecah belah.

 

Menurutnya, jika melihat sejarah, berdirinya NU disambut antusias masyarakat yang berbondong-bondong bergabung dalam jam’iyah tersebut. Hal ini menjadi bukti bahwa NU sejak awal telah menjadi ruang kebersamaan umat.

 

Mengusung tema “Merawat Ukhuwah, Menguatkan Jamiyah”, kegiatan buka bersama tersebut dinilai bukan sekadar agenda rutin, tetapi memiliki makna besar dalam mempererat hubungan antarwarga.

 

“Buka puasa bersama telah menjadi agenda penting di lingkungan NU, khususnya sebagai sarana mempererat silaturahim,” tegasnya.

 

 

 

 

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang itu juga mengapresiasi kehadiran para undangan. Ia berharap kebersamaan tersebut membawa keberkahan.

 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa NU hadir untuk mewadahi umat Islam berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah. Ia pun bersyukur karena kekompakan warga NU di Jawa Timur tetap terjaga hingga saat ini.

 

“Kekompakan ini menjadi modal penting ke depan, terutama dalam menjalankan khidmah di Nahdlatul Ulama,” katanya.

 

Ia juga mengingatkan bahwa warga NU memiliki tanggung jawab untuk terus membina dan membersamai masyarakat, khususnya di Jawa Timur. (ivan)