SURABAYA, PustakaJC.co - Ukuran sukses hidup bukan soal panjang umur. KH Ahmad Mustofa Bisri menegaskan, keberkahan usia justru ditentukan dari seberapa besar manfaat yang dihasilkan.
Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus menegaskan bahwa panjangnya usia tidak menjamin seseorang memiliki hidup yang bermakna.
Dalam pengajian Kitab Al-Hikam karya Ibnu Athaillah, ia menjelaskan bahwa banyak orang hidup lama, namun minim kontribusi. Sebaliknya, ada yang usianya singkat tetapi penuh keberkahan dan dampak besar. Dilansir dari nu.or.id, Senin, (23/3/2026).
“Betapa banyak umur yang panjang masanya, tetapi sedikit manfaatnya. Dan betapa banyak umur yang pendek masanya, tetapi banyak keberkahannya,” ujar Gus Mus.
Menurutnya, kunci keberkahan umur terletak pada pertolongan Allah atau “madad”. Tanpa itu, usia panjang hanya menjadi angka tanpa makna.
Gus Mus mencontohkan sejumlah tokoh besar seperti Imam Al-Ghazali, Imam Nawawi, dan Imam Syafi’i yang hidup tidak terlalu lama, namun karya dan pengaruhnya bertahan hingga kini. Bahkan, Nabi Muhammad wafat pada usia 63 tahun, tetapi ajarannya mengubah dunia.
Ia juga menyinggung tokoh bangsa KH Wahid Hasyim yang telah memberi kontribusi besar sebelum usia 40 tahun.
“Kadang umur 100 tahun, tetapi hasilnya tidak sebanding dengan lamanya usia. Sebaliknya, ada yang umurnya pendek tetapi luar biasa hasilnya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Gus Mus menegaskan bahwa orang yang diberkahi umurnya akan mampu meraih capaian besar dalam waktu singkat.
“Barangsiapa yang diberkahi umurnya oleh Allah, maka dalam waktu yang sedikit ia akan memperoleh anugerah Allah yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata,” tuturnya.
Karena itu, ia mengingatkan agar umat Islam tidak hanya meminta umur panjang, tetapi juga memohon keberkahan dalam usia.
“Jangan hanya meminta umur panjang, tetapi mintalah umur yang berkah. Sebab kalau panjang tapi tidak berkah, hanya menunggu mati saja,” tegasnya.
Gus Mus menekankan, umur yang berkah
adalah usia yang menghadirkan manfaat—baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat. Fokus pada kualitas hidup dan kontribusi nyata menjadi kunci agar waktu yang singkat sekalipun bernilai besar. (ivan)