Selain data, Kemenag juga menyoroti pendekatan implementasi di lapangan. Karakter pesantren yang beragam dinilai membutuhkan skema yang fleksibel dan kontekstual.
“Pesantren itu sangat terbuka, tapi kondisinya berbeda-beda. Pendekatan yang kaku justru bisa menghambat,” tambahnya.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya, menegaskan bahwa integrasi data lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program.
“Kami butuh data yang benar-benar terhubung agar pelaksanaan program tidak meleset,” ujarnya.