JAKARTA, PustakaJC.co — Kementerian Agama Republik Indonesia menegaskan komitmennya mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tidak salah sasaran, terutama bagi santri pesantren dan siswa madrasah yang jumlahnya mencapai jutaan.
Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi’i menekankan, persoalan utama program bukan hanya distribusi, tetapi akurasi data. Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi lintas kementerian di kantor Badan Gizi Nasional, Jakarta, Kamis, (23/4/2026).
“Kementerian Agama 100 persen mendukung program MBG. Ini kebutuhan riil agar peserta didik di madrasah dan pesantren mendapat asupan gizi yang lebih baik,” tegasnya, dikutip dari kemenag.go.id, Jumat, (25/4/2026).