Sementara itu, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mengingatkan bahwa data kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita bersifat dinamis sehingga perlu pembaruan berkala.
Hal senada disampaikan Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Maria Endang Sumiwi yang menekankan pentingnya intervensi berbasis data agar program berdampak nyata pada peningkatan gizi masyarakat.
Rapat ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan MBG tidak cukup pada niat dan anggaran, tetapi sangat ditentukan oleh akurasi data dan kesiapan implementasi di lapangan. Bagi Kemenag, penguatan gizi santri di pesantren bukan sekadar program, melainkan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia. (ivan)