MAKKAH, PustakaJC.co — Lantunan shalawat “Thalaal Badru ‘Alaina” menggema hangat saat menyambut kedatangan jamaah haji Indonesia di lobi Gulf Suites Hotel 1, wilayah Syisyah, Kota Makkah, Jumat, (1/5/2026) malam.
Shalawat yang dikenal sejak masa hijrah Nabi Muhammad SAW itu dilantunkan oleh Saleh Abkar, pria Arab berusia 40 tahun, bersama dua anak muda tanpa iringan alat musik. Suaranya mengalun khusyuk, sesekali disambut koor ringan dari para pendampingnya. dilansir dari nuonline.or.id, Sabtu, (2/5/2026).
Malam itu, jamaah haji Indonesia Kloter 4 Embarkasi Solo tiba dari Madinah setelah menempuh perjalanan darat sekitar enam jam. Setibanya di lokasi, mereka disambut petugas haji Indonesia dan pihak syarikah dengan suguhan air zamzam.
Satu per satu jamaah turun dari bus, melewati gapura bernuansa merah putih. Setiap jamaah menerima suvenir berupa tasbih, kipas, kurma, Al-Qur’an, air minum kemasan, serta hidangan ringan seperti strawberry cheesecake dan chocolate cake.
Setelah rombongan pertama masuk ke kamar masing-masing, lantunan shalawat sempat berhenti. Namun, saat bus berikutnya tiba, Saleh kembali berdiri dan melanjutkan shalawatnya.
Selama kurang lebih 15 menit, ia melantunkan syair pujian menyambut para tamu Allah. Pola itu terus berulang setiap kali rombongan datang, menciptakan suasana penyambutan yang sederhana namun terasa hangat dan personal.
Saleh Abkar diketahui merupakan guru madrasah musik dan seni di Fariq Al-Jasis. Ia mulai belajar bernyanyi sejak usia 17 tahun dan kini mengajarkan kemampuannya kepada anak-anak muda, termasuk dua orang yang malam itu mendampinginya.
Setiap musim haji, bakatnya menjadi daya tarik tersendiri. Ia mengaku kerap diundang hotel-hotel melalui berbagai maktab atau syarikah yang bekerja sama dengan pemerintah Indonesia, seperti Maktab Masyariq Rakeen.
Dalam sehari, ia bisa menerima dua hingga tiga undangan tampil. Untuk sekali penampilan, ia memperoleh bayaran antara 1.500 hingga 5.000 riyal, tergantung durasi dan skala acara.
Para tamu yang disambutnya pun berasal dari berbagai negara, seperti Indonesia, Turki, Bangladesh, Nigeria, dan lainnya.
Di sela kegiatan, seorang petugas haji Indonesia bidang transportasi, Asep Badruddin, sempat berbincang dengan Saleh dalam bahasa Arab. Keduanya bahkan berduet melantunkan beberapa bait dari Maulid Al-Barzanji.
Saat ditanya mengenai jamaah Indonesia, Saleh menjawab penuh antusias, “Bagaimana bilang Indonesia tidak baik? Indonesia itu baik!”
Di akhir pertemuan, Saleh juga mengajak jamaah untuk mengenalnya lebih jauh melalui akun media sosialnya. Ia dikenal sebagai kreator konten, pelantun nasyid, sekaligus pelatih pengembangan diri dengan jutaan pengikut di platform digital. (ivan)