4. Ahmad Faqieh Shakier
Santri asal Parepare (2008) ini hafal 30 juz Al-Qur’an. Dia meraih Medali Perunggu Madrasah Integrated Science Competition (M-ISCO) Bidang IPS Terintegrasi (2022), dan medali Perunggu Indonesian Youth Science Competition Bidang IPS (2022). Kini, dia terlibat dalam Program Social Camp Pesantren IMMIM, yang menempatkan santri di tengah masyarakat untuk belajar hidup bersama warga desa pegunungan.
5. Muhammad Aidil Fitrah Lubis
Lahir di Padangsidimpuan (2008), Muhammad Aidil belajar di Pesantren Al-Azhar Asy Syarif Sumatera Utara. Dia meraih medali Emas kategori life science di NYIIA, Bronze Award di ACHO 2025 dengan produk inovatif bernama ‘Micromelt’ (obat kumur herbal antibakteri yang terbuat dari ekstrak tumbuhan jotang atau Acmella paniculata). Dia aktif dalam kegiatan sosial bertajuk TAMASYA (Tausiah Ramadhan Al-Azhar Asy-Syarif Sumatera Utara).
6. Khoirul Adib
Santri asal Tuban (2002) ini belajar di Pesantren Darul Ilmi Meteseh Semarang. Dia adalah lulusan terbaik dengan IPK 3,97 sekaligus peraih penghargaan skripsi terbaik tingkat universitas. Dia juga meraih Medali Emas di World Young Inventors Exhibition (Malaysia). Dia juga membawa pulang Medali Perak di ajang internasional seperti World Invention Competition and Exhibition (Malaysia) dan World Invention Creativity Olympic (Korea Selatan). Atas prestasinya, Khoirul Adib mendapatkan penghargaan Gubernur Jawa Timur sebagai Pemuda Utama Bidang Pengembangan Prestasi dan Hobi (2024). Dia juga memperoleh beasiswa program belajar di Rochester Institute of Technology. Bahkan, platform digital “ByShare” yang dikembangkan mendapat pengakuan dari Jepang, Malaysia, dan Korea Selatan. Demikian juga platform digital “Zeroup” Edukasi Pemanfaatan Lahan Non Produktif mendapat penghargaan dari KEMNAKER RI dan Hari Santri 2022.