Ia menjelaskan, pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dapat dilakukan melalui jalur formal mulai RT/RW, kepala desa hingga dinas sosial. Selain itu, masyarakat juga bisa ikut berpartisipasi melalui aplikasi Cek Bansos, pendamping sosial, Command Center, maupun WhatsApp Center.
Menurut Gus Ipul, keterlibatan pesantren menjadi penting karena para kiai dinilai dekat dengan masyarakat dan memahami kondisi sosial warga di daerahnya masing-masing.
Selain soal data bansos, Menteri Sosial juga meminta dukungan ulama dan pengasuh pesantren dalam pengembangan program Sekolah Rakyat di Pulau Madura.
“Kami mohon doa restu untuk penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Pulau Madura, kami mohon didampingi, diberi saran, kritik dan masukan,” katanya.
Ke depan, Gus Ipul berharap para kiai ikut memperkuat pendidikan karakter dan pendidikan agama di lingkungan boarding school Sekolah Rakyat dengan melibatkan ustadz dan tenaga pendidik pesantren. (ivan)