Gus Ipul Ajak Kiai se-Madura Kawal Program Prabowo, Data Bansos hingga Sekolah Rakyat Jadi Fokus

bumi pesantren | 11 Mei 2026 06:54

Gus Ipul Ajak Kiai se-Madura Kawal Program Prabowo, Data Bansos hingga Sekolah Rakyat Jadi Fokus
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat Dialog Kolaborasi Program Prioritas Presiden di Auditorium UIN Madura, Pamekasan, Jawa Timur. (dok antara)

MADURA, PustakaJC.co - Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak para pengasuh pondok pesantren di Madura untuk ikut menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam pemutakhiran data sosial dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

 

Ajakan itu disampaikan Gus Ipul saat Dialog Kolaborasi Program Prioritas Presiden di Auditorium UIN Madura, Pamekasan, Minggu, (10/5/2026).

 

Dalam forum yang dihadiri pengasuh ponpes se-Madura, mulai dari Bangkalan, Sampang, Pamekasan hingga Sumenep itu, Gus Ipul menegaskan pentingnya data yang akurat agar program bantuan pemerintah tepat sasaran. Dilansir dari antaranews.com, Senin, (11/3/2026).

 

“Saya ingin mengajak para kiai sekalian untuk ikut memutakhirkan data. Kalau kiai punya santri, santri punya informasi, silakan dimasukkan ke sistem data yang kami punya,” ujar Gus Ipul.

 

 

Ia menjelaskan, pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dapat dilakukan melalui jalur formal mulai RT/RW, kepala desa hingga dinas sosial. Selain itu, masyarakat juga bisa ikut berpartisipasi melalui aplikasi Cek Bansos, pendamping sosial, Command Center, maupun WhatsApp Center.

 

Menurut Gus Ipul, keterlibatan pesantren menjadi penting karena para kiai dinilai dekat dengan masyarakat dan memahami kondisi sosial warga di daerahnya masing-masing.

 

Selain soal data bansos, Menteri Sosial juga meminta dukungan ulama dan pengasuh pesantren dalam pengembangan program Sekolah Rakyat di Pulau Madura.

 

“Kami mohon doa restu untuk penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Pulau Madura, kami mohon didampingi, diberi saran, kritik dan masukan,” katanya.

 

 

Ke depan, Gus Ipul berharap para kiai ikut memperkuat pendidikan karakter dan pendidikan agama di lingkungan boarding school Sekolah Rakyat dengan melibatkan ustadz dan tenaga pendidik pesantren. (ivan)